Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Gubernur Setujui UMK Tuban Jadi Rp2.067.612

Editor: nugroho
Minggu, 19 November 2017
ali imron
Sekretaris Dinas PM-PTSP dan Naker Tuban, Soni Kurniawan.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Timur Nomor 75 tahun 2017 terkait Upah Minimum Kabupaten/kota pada tahun 2018 menjadi angin segar bagi semua pekerja di Jatim, termasuk di Kabupaten Tuban. Karena tahun depan UMK Tuban telah disetujui sebesar Rp2.067.612 per bulan. Jumlah tersebut meningkat dari UMKsebelumnya Rp1.901.952/bulan.

"Alhamdulillah usulan UMK Tuban sudah di acc oleh Dewan Pengupahan Provinsi  hari Rabu, 15 Nopember 2017 kemarin tinggal di tanda tangani Gubernur Jatim," ujar Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Penanaman Modal Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PM-PTSP dan Naker) Tuban, Soni Kurniawan, melalui pesan yang diterima suarabanyuurip.com, Minggu (19/11/2017).

Soni menjelaskan pada tanggal 1 Nopember 2017 lalu, draf usulan kenaikan UMK Tuban sebesar Rp166.600 telah sampai di meja Gubernur Soekarwo. Pekan ini telah diumumkan, dan berkas resminya baru diterima instansinya pada tanggal 21 Nopember 2017 besok.

Pergub Nomor 75/2017, hanya berlaku bagi pekerja yang memiliki masa kerja kurang dari satu tahun. Bagi perusahaan yang telah memberikan upah lebih tinggi dari UMK 2018, dilarang menurunkannya. Begitupun bagi semua perusahaan, dilarang mengupah pekerjanya kurang dari UMK.

Sekalipun demikian, regulasi tersebut juga memberikan kelonggaran bagi perusahaan yang tidak mampu mengupah pekerjanya sesuai UMK. Disilahkan mengajukan penangguhan pelaksanaan UMK kepada Gubernur Jatim, melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim sesuai perundangan yang berlaku.

Pada tahun 2018, ada lima kabupaten/kota di Jatim yang memiliki UMK tinggi di atas Rp3,5 juta. UMK Kota Surabaya Rp3.583.312, Kabupaten Gresik Rp3.580.370, Kabupaten Sidoarjo Rp3.577.428, dan Kabupaten Mojokerto Rp3.565.660.

Sedangkan lima kabupaten/kota yang menerapkan UMK paling rendah se-Jatim di atas Rp1,5 juta, mulai Kabupaten Ngawi Rp1.569.832. Untuk Kabupaten Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Magetan memiliki UMK sama sebesar Rp1.509.816. 

Sekalipun Kabupaten Bojonegoro menjadi lumbung Migas penyumbang 25% kebutuhan minyak Nasional dari Lapangan Banyuurip, ternyata besaran UMK-nya lebih rendah dari Kabupaten Tuban. Tercatat UMK Bojonegoro ditetapkan menjadi Rp1.720.460. UMK tersebut juga lebih rendah dari Kabupaten Lamongan yang pada tahun depan naik menjadi Rp.1.851.083.

"Bagi perusahaan yang tak mampu menyesuaikan UMK bisa mengajukan penangguhan minimal 10 hari sebelum berlakunya UMK," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 410x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan