Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Suparno, Spesialis Pengrajin Cincin Akik

Gunakan Alat Sederhana, Kewalahan Terima Pesanan

Editor: nugroho
Selasa, 10 Maret 2015
ahmad sampurno
TELATEN: Suparno saat mengerjakan salah satu cincin akik pesanan salah satu pejabat daerah Blora.

SuaraBanyuurip.com

Cincin akik buatan Suparmo tak perlu diragukan lagi. Banyak pegawai migas hingga pejabat dari dalam dan luar Blora yang menjadi konsumen tetapnya.

Cuaca Kampung Megalrejo, Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu, Selasa (10/3/2015) siang, terasa cukup panas. Kondisi ini menjadikan sebagian warga memilih santai di teras rumah. Di salah satu sudut kelurahan, di rumah berukuran sedang, tampak kerumunan sejumlah warga  sedang mengobrol.

Wartawan suarabanyuurip.com mencoba mendekati kerumunan warga tersebut untuk menanyakan keberadaan rumah Suparno, spesialis pengrajin cincin akik emas-perak. Bagi warga Megalrejo, nama Suparno tidak asing lagi. Terbukti salah satu warga pun langsung menunjukkan rumah pengrajin tersebut.

“Rumahnya di lorong tiga mas, di kaca depan rumah ada tulisan tukang emas,” kata salah satu warga sembari mengarahkan jalan.

Cukup mudah menemukan rumah Suparmo. Di depan rumah sederhana itu terlihat pria berusia 56 tahun serius mengerjakan cincin akik. Hanya bermodalkan meja berukuran 2 meter x 2 m cukup menjadi bengkel sederhana Suparno.

“Silahkan masuk, Mas,” tutur Suparno.

Sesaat kemudian, Suparmo, bercerita tentang awal mulanya menjadi perajin akik yakni pada tahun 1970. “Awalnya ikut juragan emas, dari sana mendapatkan keterampilan membuat cincin akik dari bahan emas dan perak,” tutur dia.

Dengan alat sederhana Suparno biasa mengerjakan banyak pesanan dari konsumen. Namun butuh kesabaran dan ketelatenan dalam membuat aksesori kuno ini. Sebab, membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan satu cincin akik dibanding menggunakan alat mesin.

“Satu hari biasanya hanya bisa mengerjakan dua hingga tiga saja, maklum pengerjaan dilakukan secara manual,” jelas pria yang akrab dipanggil Pak No ini.

Pak No membeli bahan baku baku dari toko berupa lempengan. Untuk bahan perak kini memiliki kisaran harga Rp 11 ribu per gram, Sedangkan bahan emas seharga Rp 150 ribu per gram.

“Harga tersebut ukuran kualitas paling rendah,” imbuhnya.

Selanjutnya, bahan tersebut dilebur di dalam cawan yang biasa dinamai koi menggunakan api. Perlu kesabaran, sebab prosesnya harus terus dipantau hingga emas atapun perak benar-benar melebur.

“Untuk berat sekitar 50 gram biasanya proses peleburan sekitar 15 menit,” ujar Pak No sembari sibuk mengerjakan cincin akik pesanan.

Kemudian bahan itu dibentuk menjadi lempengan dasar, yakni membutuhkan waktu sekitar dua jam. Selanjutnya, barulah proses pembuatan cincin akik, seperti membentuk lingkaran, mengukir, dan memasang batu akik.

“Biasanya konsumen membawa batu akik sendiri seperti yang diinginkan. Harga batu akik mahal salah satunya batu akik rubi,” ungkap pria asli Rembang ini.

Karena kepiawaiannya menggeluti kerajinan ini, banyak konsumen dari karyawan minyak dan gas (migas) yang datang memesan cincin kepada Pak No. Selain itu, banyak juga dari pejabat desa hingga daerah, yakni dari dalam kabupaten dan luar kabupaten. Seperti Madiun, Bojonegoro, dan Tuban.

Untuk cincin perak per biji Pak No membanderolnya dengan harga kisaran Rp 170 ribu. Sedangkan emas dengan berat lima gram memiliki kisaran harga Rp 2,1 juta. Kadang konsumen meminta kombinasi antara emas dan perak.

“Harga itu sudah termasuk ongkos pengrajin,” jelas pria berkacamata ini.

 Pak No tidak hanya terampil membuat cincin akik, namun berbagai aksesori diakuinya bisa dikerjakan. Seperti perhiasan gelang emas-perak, kalung emas-perak, dan cincin dari bahan koin. “Bisa mengerjakan segala macam perhiasan, namun mayoritas konsumen memesan cincin akik,” imbuh dia.

Namun, hingga saat ini dirinya masih terkendala permodalan, sehingga dalam pengerjaan hanya menggunakan alat seadanya. Karena itu dirinya tidak bisa mempekerjakan pegawai dengan alat sederhana.

Padahal, potensi bisnis ini cukup menggiurkan. Karena setiap harinya Pak No kualahan menerima banyaknya pesanan cincin akik. “Sehari hanya bisa mengerjakan dua hingga tiga unit cincin akik emas atau perak,” tambah Pak No. (ahmad sampurno)

Dibaca : 1568x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan