Minggu, 18 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Guru PAUD Blora Dilatih Pendidikan Karakter

Editor: samian
Jum'at, 14 September 2018
Ahmad Sampurno
SIMBOLIS : Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, menyerahkan penghargaan kepada peserta pelatihan pendidikan karakter.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Seribu lebih guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dilatih mengaplikasikan pendidikan karakter dalam melaksanakan aktivitasnya mendidik. Sebab, pendidikan karakter ini dianggap penting bagi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Pelatihan tersebut diberikan oleh Indonesia Heritage Foundation (IHF) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintahan Daerah Blora, Dinas Pendidikan, yang dilaksanakan mulai tanggal 12-14 September 2018.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Ahmad Wardoyo, melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, Sugiyanto menjelaskan, sejak zaman dahulu karakter merupakan hal yang penting untuk dimiliki sebuah bangsa.

"Pendidikan karakter sangat penting ditanamkan sedini mungkin, agar Bangsa Indonesia memiliki etos kerja yang tinggi, tanggung jawab, disiplin, dan karakter unggul lainnya," kata Sugiyanto, usai penutupan Pelatihan Akbar Guru PAUD/TK/Sederajat dengan tema “Praktik Pendidikan Karakter dan Pendekatan Saintifik yang Sukses Membangun Akhlak, Daya Pikir Kritis, dan Kreativitas Anak, Jumat (14/9/2018) sore.

Guru sebagai agen perubahan harus menjiwai karakter unggul yang akan ditanamkan secara holistik kepada siswanya dengan keteladanan. 

Pelatihan akbar ini memberi bekal pada para guru agar dapat melaksanakan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter yang terbukti efektif dalam membentuk anak yang berkarakter.

"IHF merupakan mitra ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) operator Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, dalam mengimplementasikan program pendidikan Holistik Berbasis Karakter," jelasnya.

Di harapkan para guru PAUD bisa mengaplikasikan hasil pelatihan yang di ikuti. Supaya hasilnya tidak sia-sia. Terlebih, ilmu yang disampaikan bisa ditularkan kepada rekan sejawatnya.

"Karena tidak semua bisa ikut," pungkasnya.(ams)

Dibaca : 594x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan