Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Demi Dapatkan Murid

Guru Rela Antar Jemput Siswa

Editor: nugroho
Senin, 23 November 2015
totok martono
MINIM SISWA : SDN Ngarum masih tetap bertahan meski hanya dengan segelintir siswa.

SuaraBanyuurip.com

Guru di Lamongan, Jawa Timur, rela antar jemput anak didiknya. Tugas tambahan ini sebagai upaya untuk mempertahankan sekolahnya agar tidak gulung tikar.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ngarum terlihat lengang. Tak tampak murid atau guru berseliweran di sekolah itu. Pun suara para siswa yang sedang mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Maklum, di sekolah ini, setiap ruang kelas hanya terdapat empat hingga enam siswa yang terlihat mengikuti pelajaran. Jumlah ini bukan dikarenakan siswa banyak yang izin tidak masuk. Melainkan jumlah siswa yang memang sedikit.

"Ya inilah kenyataannya. Total siswa di SDN ini hanya 29 anak atau 4-6 siswa perkelas," kata Kepala Sekolah (Kasek) SDN Ngarum, Warsiah yang menemani SuaraBanyuurip.com berkeliling di gedung sekolah, beberapa waktu lalu.

Minimnya jumlah siswa di sekolah yang berada di tengah-tengah persawahan warga di Desa Ngarum,Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, ini sudah terjadi sejak dulu. Setiap tahun ajaran baru, siwa yang mendaftar masuk tidak lebih dari hitungan jari satu tangan.

Banyak faktor penyebab 'tidak diliriknya' lagi SDN Ngarum oleh warga setempat. Di antaranya letak sekolah tidak berada di tengah perkampungan, persaingan antar lembaga sekolah.

“Warga di sini lebih memilih menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan islam, seperti Madrasah Ibtidaiyah,” ucap Warsih yang menjabat Kasek SDN Ngarum mulai tahun 2012 lalu.

Untuk memancing minat warga agar menyekolahkan anaknya di SDN Ngarum, pihak sekolah dan para dewan guru telah melakukan berbagai upaya. Di antaranya pemberian buku, baju seragam, sepatu, tas, dan biaya yang semuanya gratis.

“Namun hasilnya selalu jauh dari harapan,” kata Warish.

Bahkan pada tahun pelajaran 2015/2016 lalu, Warsih, memberikan hadiah uang Rp100 ribu bagi peserta didik baru. Uang itu dari kantong pribadinya.

Namun berbagai iming-iming yang diberikan tersebut tak membuahkan hasil membahagiakan. Hanya ada 6 anak siswa baru yang bersekolah di SDN Ngarum.

Mirisnya, dari 6 siswa baru tersebut 3 siswa di antaranya merupakan anak dari luar desa. Mereka mau masuk ke SDN Ngarum jika diantar jemput oleh pihak sekolah.

"Saking inginnya punya murid, dua guru rela mengantar jemput 3 anak tersebut," papar Kasek yang tinggal di Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran itu.

Dua guru yang mempunyai tugas tambahan antar jemput adalah Hj.Hariyani yang mengantar jemput satu siswa asal Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, dan Elly Yunita yang mengantar jemput 2 anak asal Desa Simo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Tugas tambahan yang dijalani kedua guru itu cukup berat. Ely, mislanya, ia harus mengantar dua siswa yang rumahnya berlainan kabupaten dengan melewati jalan tanggul berjarak sekira 7 kilometer.

"Saya menjalani dengan ikhlas demi tetap hidupnya SD ini," sambung Elly Yunita.

Meski setiap hari hanya mengajar segelintir siswa, para pengajar di SDN Ngarum membuang jauh rasa malas. Mereka tetap totalitas melaksanakan kewajibannya untuk memberikan pengajaran terbaik. Di sekolah ini, terdapat 7 guru, 3 orang di antaranya berstatus guru honorer.

Sikap ini tak lepas dari peran Warish yang selalu memompa semangat para guru SDN Ngarum agar mendharmabaktikan dirinya. Karena apapaun alasannya segelintir siswa itu juga memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Komite dan warga juga mengharap agar sekolah ini dipertahankan. Jangan sampai di tutup atau di merger," pungkas Warsiah.

Ditemui terpisah, Kepala UPT Pendidikan Sekaran, Wasis mengaku prihatin dengan minimnya jumlah siswa di SDN Ngarum. Secara umum, dari 22 SDN di Kecamatan Sekaran jumlah siswan masih minim.

“Hampir tiap tahun dilakukan merger karena sedikitnya jumlah siswa," sambung Wasis.

Pada tahun 2014, SDN Bulutengger 1 dan 2 di merger menjadi SDN Bulutengger. Tahun 2015 SDN Sekaran 1 dan 2 di merger menjadi SDN Sekaran. Namun untuk SDN Ngarum, pihak UPTD Pendidikan belum dapat memastikan.(Totok Martono)

Dibaca : 712x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan