Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Gypsum Minimalis Banyak Diminati Konsumen

Editor: nugroho
Rabu, 31 Desember 2014
totok martono
LARIS : Isman menunjukkan gysum produksinya yang banyak diminati konsumen.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi beberapa waktu lalu tak berpengaruh terhadap penjualan Plafon gypsum. Masih banyak konsumen yang meminati palfon gypsum untuk mempercantik interior rumah mereka.

Tak mengherankan jika plafon gypsum masih menjadi daya tarik pengusaha di Lamongan, Jawa Timur, karena memiliki  pasar cukup prospektif.

Peluang inilah yang dibidik pengusaha gypsum H.Isman. Sejak merintis usaha tahun 1995, usahanya terus berkembang dan telah menembus pasar Lamongan, Bojonegoro, Tuban dan Gresik.

“Usaha gypsum pangsa pasarnya masih terbuka luas. Tinggal bagaimana mengali kreatifitas untuk mencari model dan motif ukir yang baru, “ kata H.Isman yang juga Kepala Desa (Kades) Sekaran, Kecamatan Sekaran kepada suarabanyuurip.com.

Menurutnya, saat ini yang menjadi tren gypsum yaitu bentuk minimalis dan ukiran. Bentuk minimalis lebih disukai oleh warga perkotaan. Sedang warga pedesaan masih berselera pada gypsum bermotif ukir.  Untuk memenuhi keinginan konsumen, saat ini dirinya mengaku telah memiliki ratusan motif gypsum baik motif bunga, ukiran, dan bentuk lainnya.

Isman menerangkan, perbedaan motif tersebut berdampak pada harga gypsum. Motif ukiran relative lebih mahal karena dibutuhkan proses mengukir yang lebih rumit dan membutuhkan waktu. Berbeda dengan bentuk minimalis yang hanya polosan tanpa ukiran.

Dengan diibantu 6 orang karyawan, setiap bulan pemilik UD Sejahtera Gypsum itu mampu melayani pesanan hingga 10 rumah. Harga yang dibandrol disesuaikan dengan tingkat kerumitan pengerjaan gypsum yaitu antara Rp60 ribu-Rp150 ribu permeter.

Sebenarnya jumlah pemesan setiap bulannya bisa mencapai belasan. Namun Isman mengaku hanya membatasi 10 pemesan setiap bulan.

“Kami ingin menjaga kualitas produksi karena pembuatan dan pemasangan atap gypsum tidak bisa asal-asalan,“ cetusnya.

Saat ini yang menjadi kendala Isman yaitu naiknya harga bakan baku pembuatan gypsum yang naik sejak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Yang paling mencolok adalah naiknya harga klasting dan semen sebesar 20 persen.

Meski harga bakan baku naik, Isman mengaku tidak menaikan harga produknya. Hal inilah yang menjadikan produksi gypsum H.Isman tetap diburu konsumen. (tok)

 

Dibaca : 1954x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan