Selasa, 23 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Hidup Serumah dengan Kambing Diusia Senja

Editor: samian
Kamis, 05 April 2018
Ali Imron
PEDULI WARGA MISKIN : Forkopimcam Semanding memberikan kasur lantai kepada Nenek Kaminah.

SuaraBanyuurip.com

"Miskin" mungkin itu kata yang tepat menggambarkan kehidupan nenek Kaminah (80) asal Dusun Genengwetan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

SENJA mulai beranjak kerembang petang. Semburat sinar matahari kemerahan mulai nampak diufuk Barat, menandakan sang bagas kara hendak bersemayam diperaduannya.

Seorang nenek terlihat santai duduk tersimpuh sendiri di sudut rumah yang terletak di Dusun Genengwetan, Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Nenek yang hidup sebatang kara tersebut diketahui bernama Kaminah.

Sejak ditinggal meninggal suami dan tidak dikaruniai buah hati dari pernikahannya, kini dia harus hidup serumah bersama tiga ekor kambing kesayangannya. 

Di usianya yang hampir menginjak satu abad, nenek berkulit sawo matang tersebut tak mempedulikan bau apek dan pesing dari kambingnya. Tak ada pilihan lain, dibalut kemiskinan dia tak mampu membuatkan kandang di depan rumahnya.

"Sehari-hari selalu hidup dengan kambing, seperti yang terlihat sekarang," ujar Kaminah saat ditemui Suarabanyuurip.com di rumahnya yang berada tepat di belakang sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Walisongo, Kamis (5/4/2018).

Dengan nada serak Kaminah mulai menceritakan perjuangannya melawan kemiskinan. Kondisi tinggal satu rumah dengan kambing ini sudah dijalani lima tahun lamanya.

Tak heran jika kondisi ruangan depan penuh dengan kotoran dan kencing kambing membasahi lantai yang terbuat dari tanah liat itu. Baginya tiga kambing itu, menjadi harta berharga hidup di daerah dengan tingkat kemiskinan kelima se-Jatim. 

"Ya mau bagaimana lagi, adanya rumah ya ini," terang Kaminah sambil melihat kambing yang berada di sudut ruangan.

Mirisnya untuk makan sehari-hari, Kaminah hanya mengandalkan belas kasihan dari orang atau tetangga yang ada di sekitar rumahnya.

"Saya tidak punya suami maupun anak, kalau untuk makan diberi tetangga," terangnya sambil menunduk lesu. 

Masih adanya potret kemiskinan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) langsung disikapi serius oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid. Sebagaimana arahan Bupati Tuban, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tuban akan segera klarifikasi ke lokasi.

“Minggu ini, Baznas akan melakukan survey dan verifikasi untuk segera memberikan bantuan berupa pembuatan kandang kambing di samping rumah nenek Kaminah," janjinya.

Selain itu, juga akan dilakukan identifikasi terhadap kondisi objektif nenek Kaminah untuk dapat diajukan memperoleh santunan. Jika telah memenuhi syarat nenek Kaminah akan mendapatkan santunan sebanyak Rp300 ribu/bulan.

Lebih dari itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kabupaten Tuban juga akan segera melakukan survei guna melihat kondisi langsung untuk dimungkinkan dan diajukan menerima santunan fakir miskin pada PAPBD tahun 2018.

"Nantinya, nenek Kaminah akan mendapatkan santuan sebesar Rp200 ribu/bulan melalui Dinsos bila semua syarat telah terpenuhi,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban melalui Puskesmas juga telah mengikutkan nenek Kaminah pada program pelayanan kesehatan dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

“Nenek Kaminah tiap bulan rutin telah mengikuti program pemeriksaan tersebut dan saat ini yang bersangkutan dalam kondisi sehat,” jelas Mantan Camat Jenu ini.

Di samping itu, Nenek Kaminah juga telah terdaftar dan memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS). Perihal keberadaan tiga ekor kambing, Ubaid menegaskan kalau ketiga kambing tersebut merupakan bantuan program Pengentasan Kemiskinan dari Pemkab Tuban beberapa tahun lalu.

Selain itu, nenek tersebut juga telah mendapat bantuan subsidi beras (Rastra) melalui Pemerintah Desa (Pemdes) Jadi. Beberapa tahun lalu nenek Kaminah juga mendapatkan bantuan dari Kodim 0811/Tuban berupa renovasi rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada pelaksanaan program RTLH, pembangunan rumah juga dibantu Pemdes Jadi.(Ali Imron)

 

 

Dibaca : 1003x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan