Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Hindari Lima Penyakit di Musim Kemarau

Editor: samian
Jum'at, 01 September 2017
Ali Imron
Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, Jawa Timur, meminta masyarakat untuk menghindari lima jenis penyakit memasuki musim kemarau. Penyakit ini akan semakin parah ketika pola hidup tidak sehat, dan kurang mengkonsumsi vitamin.

"Saat tubuh tidak vit dan lingkungan kotor virus akan mudah menyerang," ujar Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kawasan Masjid Agung Tuban, Jumat (1/9/2017).

Jenis penyakit pertama yakni Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Saat kemarau lingkungan cenderung tidak sehat. Banyaknya debu yang berhamburan merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas, dan berlanjut menjadi ISPA.

Hal yang perlu dilakukan supaya terhidar ISPA yaitu jangan terpapar dengan udara langsung. Mempertahankan banyak minum air putih, dan menghindari air es.

Campak Jerman/Rubella juga patut diwaspadai. Dimana infeksi virus Campak Jerman ditandai dengan demam tinggi dan ruam merah di permukaan kulit, kadang-kadang disertai nyeri di tenggorokan saat dipakai untuk menelan. Umumnya Campak Jerman tidak mematikan, namun harus diwaspadai pada ibu hamil karena bisa memicu keguguran.

Untuk mencegah penularan Campak Jerman, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. Buah-buahan dan sayuran yang banyak mengandung vitamin sangat dianjurkan, jika perlu bisa ditambah suplemen Vitamin C dan B kompleks.

"Vitamin sangat penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap stabil," imbuh pria yang juga menjabat Direktur RSUD Dr R Koesma Tuban ini.

Berikutnya penyakit Flu Singapura. Menurunnya daya tahan tubuh juga membuat Flu Singapura atau dalam ilmu kedokteran dikenal dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) marak di masyarakat, khususnya pada anak-anak.

Gejala awal dari flu Singapura sama seperti flu pada umumnya seperti demam, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala, nyeri sendi, hilang nafsu makan, peradangan pada saluran nafas atas.

Flu jenis ini tidaklah berbahaya dan ganas, bahkan penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya bila daya tahan tubuh pasien baik. Dilain sisi flu ini sangat mudah menular.

Penularannya sama seperti penularan flu pada umumnya. Dapat melalui kontak langsung saat bicara, batuk, bersin, yang dapat mengeluarkan cairan saluran nafas. Bahkan bisa juga melalui cairan lesi vasekular yang mengenai kulit, dan paling rentan pada anak-anak adalah melalui mainan yang digigit.

Diare juga kerap menyerang ketika air bersih terbatas dan lingkungan kotor. Praktis kondisi ini membuat lalat lebih banyak, sehingga membuat makanan dan minuman menjadi mudah tercemar. Apabila kondisi ini terjadi maka angka kejadian diare akan meningkat.

Terakhir sakit mata juga perlu dihindari. Udara yang kering dan tidak sehat, debu dan asap yang beterbangan juga membuat orang lebih mudah mengalami sakit mata di musim kemarau. Menggunakan kacamata bisa menjadi salah satu cara pencegahan sakit mata.

Pengobatan yang diberikan tergantung dari penyebab infeksinya. Untuk perawatan yang diberikan biasanya meliputi kompres, obat tetes mata, salep atau antibiotik. Hal yang membuat sakit mata lama untuk sembuh karena adanya infeksi kedua yang biasanya disebabkan oleh kuman atau bakteri.

"Mari hidup bersih untuk mencegah kuman dan virus menyerang keluarga kita," ajak Saiful.(aim)

Dibaca : 199x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan