Kamis, 18 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

128 Sekuriti Holcim Mengeluh Tak Dapat Jam Istirahat

Holcim: SCB Sudah Terapkan Jam Kerja Sesuai Regulasi

Editor: nugroho
Rabu, 05 September 2018
Ali Imron
Corporate Communication East Java PT Holcim Indonesia, Indri Siswati.

SuaraBanyuurip.com Ali Imron

Tuban- Manajemen PT Holcim Indonesia Tbk akhirnya menyikapi keluhan 128 sekuriti pabrik Tuban, Jawa Timur, yang tak kunjung mendapatkan jam istirahat, hak cuti, maupun hitungan kelebihan jam kerja serah terima shift. 

PT Sentinel Cakra Buana (PT SCB) sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan di area Pabrik Tuban, telah menerapkan jam kerja sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia bagi karyawannya yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan.

"Dalam melaksanakan operasinya, Holcim selaku perusahaan bekerjasama dengan beberapa perusahaan jasa pengamanan, diantaranya PT SCB sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan di area Pabrik Tuban dengan skema full outsourcing," ujar Corporate Communication East Java PT Holcim Indonesia, Indri Siswati, melalui surat elektronik yang diterima suarabanyuurip.com, Rabu (5/9/2018).

Indri sapaan akrabnya, menjelaskan PT SCB bertanggung jawab untuk menerapkan sistem manajemen pengamanan sesuai kebutuhan operasional perusahaan dengan mengacu kepada seluruh peraturan yang ada.

Manajemen PT SCB juga melakukan pengaturan normatif mengenai waktu kerja, waktu istirahat, lembur, cuti dan lainnya sesuai regulasi yang berlaku di Indonesia bagi karyawannya yang bekerja sebagai anggota satuan pengamanan. Melalui unsur pimpinan lapangan yang mengatur waktu istirahat secara bergantian bagi anggotanya.

"SCB berkomitmen untuk terus melakukan komunikasi terbuka antara manajemen dengan karyawannya hingga tercapai penyelesaian terbaik bagi kedua belah pihak," terangnya. 

Selama ini, Holcim senantiasa berkomitmen menjalankan bisnis dan operasional dengan memastikan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan, kontraktor, dan warga masyarakat di sekitar lingkungan operasional. Dengan cara mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku, serta manajemen lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari kepatuhan yang diterapkan Holcim, seluruh kegiatan operasional termasuk dengan mitra kerja pihak ketiga, wajib untuk mematuhi seluruh peraturan dan hukum yang berlaku. Holcim Indonesia akan terus senantiasa membangun komunikasi yang positif dan hubungan baik dengan para pemangku kepentingannya untuk tetap memastikan kelancaran operasional perusahaan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan mempertimbangkan kearifan lokal dan tata kelola perusahaan yang baik. 

Sebagaimana diketahui, Holcim Indonesia adalah sebuah perusahaan publik Indonesia dimana mayoritas sahamnya (80,65%) dimiliki dan dikelola oleh LafargeHolcim Group, yang berbasis di Swiss. Produsen semen terbesar di dunia dengan total lebih dari 80,000 karyawan dan beroperasi di lebih dari 80 negara di seluruh benua. 

Sebagai salah satu perusahaan semen terbesar di Indonesia, PT Holcim Indonesia Tbk menjalankan usaha yang terintegrasi terdiri dari semen, beton siap pakai, dan produksi agregat. Perusahaan mengoperasikan empat pabrik semen masing-masing di Narogong, Jawa Barat,  Cilacap, Jawa Tengah, Tuban di Jawa Timur dan Lhoknga, Aceh dengan total kapasitas  gabungan per tahun 15 juta ton semen, dan mempekerjakan lebih dari 2,500 orang.

Holcim Indonesia saat ini mengoperasikan jaringan penyedia bahan bangunan terbesar di dalam negeri, yang mencakup distributor khusus, toko bangunan, ahli bangunan binaan Holcim dan solusi-solusi bernilai tambah lainnya. 

Diberitakan sebelumnya, tak kurang dari 128 personel sekuriti PT Holcim Tuban Plant mengeluh karena sampai kontrak tahun kedua di 2018 berjalan, tak kunjung mendapatkan jam istirahat, hak cuti, maupun hitungan kelebihan jam kerja serah terima shift. Perlakuan tersebut dirasakan mereka sejak kontrak tahun pertama pada bulan Desember 2016.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, terus mendesak Holcim maupun Sentinel segera menyelesaikan persolan ini. Jika keduanya tak mampu, Komisi A akan memanggil semua pihak terkait untuk duduk bersama.

"Persoalan ini akan panjang jika tidak segera diselesaikan," tegas pria yang juga pemilik salah satu saham di Klub Persatu Tuban.

Perlu dipahami, jika sekuriti Holcim sekarang sudah mulai berontak dan sebentar lagi melakukan unjuk rasa. Kalau sampai demo tentu banyak pihak yang dirugikan, baik Holcim, maupun lainnya. (aim)

Dibaca : 1148x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan