Kamis, 18 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Rekrutmen CPNS 2018

Honorer K2 Usia Diatas 35 Tahun Berkesempatan Ikut PPPK

Editor: samian
Kamis, 20 September 2018
Ali Imron
MEDIASI : Perwakilan honorer K2 saat melakukan mediasi dengan Wabup Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, prihatin dengan honorer K2 yang usinya diatas 35 tahun karena secara aturan tak bisa mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Wabup Noor Nahar Hussein menyarankan honorer K2 ikut tahapan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

"Rekan-rekan guru yang hadir disini memperjuangkan nasibnya yang dari dulu tahun 2013, mereka ini yang belum berhasil lulus tes," ujar Wabup Noor Nahar, kepada suarabanyuurip.com, usai menerima perwakilan  pegawai Honorer K2 PGRI Kabupaten Tuban, di kantornya, Rabu (19/09/2018).

Pemkab Tuban telah mengajukan formasi CPNS sesuai kebutuhan. Kendati demikian, kewenangan dari pusat memberikan alokasi sebanyak 28 orang. Alokasi tersebut tidak mengakomodir jumlah guru honorer dan K2 yang berjumlah kurang lebih 400 orang. Dilain sisi, Pemkab Tuban tidak mempunyai otoritas untuk itu.

Jumlah alokasi tersebut tidak terisi seluruhnya, karena persyaratan untuk ikut tes CPNS yang sekarang ini usia dibatasi maksimal 35 tahun. Sedangkan rata-rata honorer dan K2 berumur 38 tahun dan telah bekerja sejak 2005.

Lebih dari itu, honorer K2 yang sudah bekerja sejak 2005, jika dilawankan dengan para fresh graduate sangat berat. Konsentrasi mereka terpecahkan, tidak hanya fokus salah satu. Faktor mengurusi keluarga, anak, dan mengajar.

"Jadi kemungkinan sangat kecil," terang wabup dua periode.

Melalui peraturan pemerintah PPPK, mudah-mudahan bisa terakomodir. Supaya teman-teman ini yang sudah bekerja sekian tahun tidak menderita, dan itu harapan Pemkab.

Kedepannya otoritas yang akan dilakukan Pemkab Tuban, adalah menaikkan kesejahteraan honorer K2 sesuai dengan anggaran yang ada. Tidak hanya itu, akan diupayakan untuk mengggali potensi diluar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menambah pendapatan guna peningkatan kesejahteraan.

Terkait nantinya ada rekrutmen CPNS di tahun 2018 ini, diharapkan masyarakat tidak mudah percaya dengan orang-orang yang menawarkan jasa dijamin lolos. Karena sistem test pun sistem online jadi hasilnya akan diketahui secara langsung.

Pelaksanaan tes nantinya untuk wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik akan dipusatkan di Unisda Lamongan. Penetapan lokasi tersebut merupakan kewenangan pusat.

"Lokasi tes CPNS kali ini cukup relevan, karena lokasinya di tengah-tengah dan bisa dijangkau oleh beberapa daerah," pungkasnya.(Aim)

Dibaca : 10020x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan