Selasa, 18 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Hujat Kyai NU dan Banser, Kades Kablukan Bisa Diberhentikan

Editor: samian
Kamis, 22 November 2018
dok/sbu
Praktisi Hukum, Sunaryo Abu Main.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kades Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Suseno Ediyono, bisa dipecat dari jabatannya. Ujaran kebencian yang dilakukan petinggi desa terhadap kyai dan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) di Youtube Gus Muwafik berjudul "jangan nantang perang NU" itu telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Praktisi hukum Bojonegoro Sunaryo Abu Main berpendapat perbuatan Kades Kablukan tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin desa yakni melaksanakan tugas pemerintahan. Ujaran kebencian yang dia lakukan dapat memunculkan keresahan di masyarakat. 

Menurut Ketua Ketua Perkumpulan Pengacara Indonesia (Perari) Kabupaten Bojonegoro ini, hujatan yang dilakukan Kades Kablukan telah melanggar Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa pasal 29 point a dan e. Dalam point a itu dikatakan, kepala desa dilarang merugikan kepentingan umum. Di point e juga disebutkan kepala desa dilarang melakukan tindakan meresahkan kelompok masyarakat desa.

"Pemkab Tuban harus bertindak tegas. Kades Kablukan sudah membuat keresahan di masyarakat," tegas Mbah Naryo, sapaan akrabnya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (22/11/2018).

Akibat perbuatannya tersebut, lanjut Mbah Naryo, Kades Kablukan bisa diberhentikan sesuai mekanasime yang ada. Dalam UU No6/2014 Pasal 30 ayat 1 dikatakan, kepala desa yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 29 dikenai sanksi administratif berupa teguran lisan dan/atau teguran tertulis. 

Sanksi itu dipertegas kembali di ayat 2. Di ayat itu disebutkan, dalam hal sanksi adminstratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dilaksanakan, dilakukan tindakan pemberhentian sementara dan dapat dilanjutkan dengan pemberhentian.

"Kita akan kawal laporan PCNU di Polres Tuban," tegas pria yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum DPW PPP Jatim itu.

Disinggung tentang statmen Wakapolres Tuban yang menyebut Kades Kablukan mengalami gangguan mental, Mabh Naryo, mengatakan perlu dilakukan pemeriksaan untuk memastikan. Sebab, menurut dia, tidak mungkin orang stres bisa bermedsos.

"Bisa jadi pelaku aliran tertentu yang berpaham radikal yang tidak sepaham dengan dia," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kades Kablukan telah menggerkan jagad dunia maya akibat komentarnya di video Gus Muwafik bertemakan jangan nantang perang NU. Vidieo yang diunggah dua bulan lalu, baru viral pekan ini setelah di screnshoot dan disebar grup WhatsApp. 

Beberapa komentar yang menjadi buah bibir meliputi, Janc** NU pengotor dunia sampah dunia. Janc** NU pengotor NU sampah dunia aku yang nantang. Hee..Gus Muwafik siapa kamu..ndememel mulutmu haah. 

Netizen lain mengingatkan tapi justru dibalas hee kamu yang saya ciduk. Katakan sama Banser mereka yang akan saya ciduk. Ini alamatku Kepala Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Provinsi Jatim. Ayo jawab kalau tak terima. Nu Janc** Banser Janc**. 

Kowe ora wani aku c**k..wani ta ambek aku? As* tapi wani ngomong sampah sampah NU, nek loro ati c*k janc**. Tak tantang wong NU sak Indonesia..janc** kir*k anj**g NU. Laporno pasal penghinaan nha pengadilan jelas alamatku Kades Kablukan, Kecamatan Bangilan, Tuban nek ape ngetes aku? Nek awakmu ora wani yo iku, kowe seng as*. Aku sejengkalpun tak akan mundur.  

Kasus ujaran kebencian yang dilakukan Kades Kablukan sekarang ini sedang didalami Polres Tuban setelah dilaporkan empat pengurus Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tuban dan Majlis Wakil Cabang NU (MWC NU) Bangilan.(suko)




Dibaca : 8862x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan