Minggu, 16 Juni 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Ibu Rumah Tangga Blok Cepu Dilatih Kewirausahaan

Editor: nugroho
Kamis, 21 Maret 2019
ririn wedia
FOTO BERSAMA : Ibu rumah tangga di wilayah Blok Cepu usai mendapat pelatihan kewirausahaan dari EMCL-Kopernik.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Kopernik menggelar Workshop Gender dan Entrepreneurship untuk ibu inspirasi dari desa sekitar wilayah industri di Hotel Aston, Rabu (20/3/2019).  

Direktur Kopernik, Noni Kaban, mengatakan, setiap tahun mengadakan workshop dengan tema kewirausahaan. Tujuannya, memberi kesadaran pada ibu rumah tangga bahwa mereka punya hak sebagai perempuan untuk berpenghasilan. 

"Jadi kita mengundang juga dari Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengukuhkan bahwa yang dilakukan mereka itu didukung oleh pemerintah," ujarnya. 

Tujuannya agar apa yang dilakukan tersebut ada dasar hukumnya. Jadi ketika ada halangan atau hambatan di dalam rumah tangga mereka tahu bahwa mereka semuanya punya hak untuk itu.

"Kemudian kita juga undang Dinas Koperasi dan UMKM untuk menunjukkan kepada ibu-ibu kita di sini bahwa pemerintah mendukung apa niat mereka untuk berbisnis untuk mengembangkan bisnis mereka," tambahnya.

Ketika mereka sudah di tahap misalnya butuh permodalan, bisa mengetahui bahwa  Dinas Koperasi akan membantu memfasilitasi apa yang dibutuhkan masyarakat terutama kaum ibu untuk mengembangkan usahanya.

Wanita berparas ayu ini mengungkapkan, program ini merupakan kolaborasi antara Kopernik, pemerintah serta dukungan dari perusahaan minyak dan gas bumi (migas) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). 

"Di sini memberikan dukungan juga dan sekarang tinggal dari ibunya bagaimana mereka memotivasi dan niatnya untuk menjalankan usaha tersebut," tegasnya.

Kopernik mendampingi mereka untuk pengembangan bisnis, mulai dari peningkatan kualitas makanan, produk, kemudian packaging-nya, lalu bagaimana mereka bisa mendapatkan akses pasar.

"Kalau dari program tahun lalu karena kita sudah memulai program ini dari 2017 banyak produk yang layak untuk dijual ke pasar. Sesudah itu produknya bagus kemudian bagaimana packaging nya bisa diterima oleh masyarakat," lanjutnya.

Beberapa ibu yang sudah ikut Kopernik dari 2017 mereka sudah mendapatkan pasar seperti dijual ke supermarket Bravo kemudian Samudra dan beberapa tempat-tempat peluang bisnis lainnya.

Dia mengatakan, peserta yang datang hari ini sebanyak 36 orang berasal dari Kecamatan Kalitidu, Dander, Gayam, dan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, dan Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Sementara Perwakilan EMCL Galih Tiara mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membantu Pemerintah daerah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya perempuan. 

"Peningkatan kapasitas perempuan menjadi penting untuk mewujudkan kemandirian perempuan dan menempatkan perempuan sebagai masyarakat yang setara," pungkasnya.(rien)


Dibaca : 738x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan