Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Melihat Komunitas Pecinta Hewan Cepu

Ingin Edukasi Masyarakat Hingga Lestarikan Hewan

Editor: nugroho
Minggu, 15 Februari 2015
12
ahmad sampurno
JADI TONTONAN : Seorang anak kecil sedang bermain dengan ular yang menjadi tontonan.
SuaraBanyuurip.com
anggota KPHC

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Suasana berbeda terlihat di Lapangan Tukbuntung Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2015) pagi. Biasanya lapangan yang terlihat sepi itu, tampak ramai dipenuhi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Mereka adalah Komunitas Pecinta Hewan Cepu (KPHC) yang sedang melakukan pertemuan rutin. Mereka membawa serta hewan peliharaannya yang menggundang perhatian masyarakat sekitar untuk datang melihatnya.

Beragam hewan peliharan dibawa oleh anggota KPHC di Lapangan Tukbuntung. Mulai beraneka jenisular baik yang berbisa maupun tidak, tarantula, musang, hamster dan kucing dan lain sebagainya.

Terbentuknya komunitas KPHC cukup unik. Yakni dari latarbelakang ingin meramaikan Cepu yang dianggap sepi bagi para pecinta hewan. Kemudian para pemilik hewan peliharaan itu berkumpul.

KPHC adalah wadah bagi pecinta hewan untuk saling bertukar pengalaman dan berbagi ilmu seputar hewan kesayangan. Mereka melakukan pertemuan rutin antar nggota komunitas di Lapangan Serbaguna Tukbuntung Cepu setiap minggu.

“Selama ini di Cepu belum ada komunitas positif. Jadi sudah waktunya, ada komunitas positif seprti ini di kota Cepu,” kata Koordinator KPHC, Junaidi Ariwibowo kepada suarabanyuurip.com.

Dengan alasan tersebut, dirinya bersama rekan sesama pecinta hewan  yang lain memutuskan untuk mendirikan komunitas tersebut pada tanggal 31 Januari 2015, kemarin. Karena masih baru, komunitas tersebut belum memiliki banyak anggota.

“Saat ini baru ada 14 orang anggota,” ucap Junaidi.

KPHC tidak membatasi anggotanya pada satu macam jenis hewan. Alasannya, di Cepu masih sangat terbatas untuk komunitas satu jenis hewan. Karena itu diharapkan pecinta hewan lainnya bisa bergabung dengan KPHC untuk meramaikan Kota Cepu.

Pertemuan rutian yang dilakukan KPHC bukan sekadar berkumpul dan berbagi ilmu pada sesama anggota. Akan tetapi mereka juga mempunyai misi untuk mengedukasi masyarakat. “Karena kami sendiri mempunyai motto M3 yakni Menjaga, Melindungi dan melestarikan. Dari hasil perkawinan hewan, sebagian akan kami lepas dan sebagian akan kami pelihara,” ujar junaidi, menjelaskan.

Tak jarang disetiap kesempatan, KPHC juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait memperlakukan hewan peliharaan. Baik itu cara merawat hewan yang sakit, menjinakkan ular, atau sekedar bertanya hal lain yang lebih jauh dengan hewan.

"Sampai masyarakat puas dengan pengetahuan dari komunitas kami,” kata Junaidi yang mengaku sering mendatangkan ular Pyton dari luar negeri.

Dia mengakui, selama ini banyak masyarakat beranggapan bahwa hewan seperti musang adalah hama. “Di sini nanti, masyarakat bisa tahu bagaimana cara memperlakukan hewan yang dianggap sebagai hama menjadi hewan peliharaan,” tuturnya.

Saat ini, KPHC mulai merints untuk memperoleh legalitas dari pemerintah mulai tingkat kecamatan, hingga Kabupaten. "Tinggal ke kabupaten saja," pungkas Junaidi.(ams)

Dibaca : 1152x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan