Kamis, 21 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Investor Wisata Kambang Putih Gulung Tikar

Editor: samian
Selasa, 05 September 2017
Ali Imron
GULUNG TIKAR : Sepinya pengunjung Wisata KPTP Tuban membuat pengelola CV Cahya Ananta rugi dan harus mengundurkan diri.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Pengelola Wisata Kambang Putih Tuban Park (KPTP), CV Cahya Ananta asal Pati, Jawa Tengah, pekan ini gulung tikar alias mungundurkan diri karena menelan kerugian miliaran rupiah. Praktis dengan gulung tikarnya wisata di kawasan Terminal Tipe A Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, pendapatan sewa lahan Rp130/ tahun juga hilang.

"Pengelola wisata telah mengajukan surat pengunduran diri," ujar Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DPKPO) Tuban, Suwanto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Selasa (5/9/2017).

Surat pengunduran diri sudah naik ke Bupati Tuban, Fathul Huda. Tinggal menunggu disposisi. Nantinya akan dibahas tim lintas dinas, terkait masa depan wisata di kawasan terminal Tipe A di Kecamatan Jenu tersebut.

Akibat pengunduran diri investor, pemkab tidak lagi menerima uang sewa lahan sebanyak Rp130 juta per tahun. Padahal, apabila kontraknya sampai lima tahun pemkab akan menerima uang Rp650 juta.

Sebagaimana diketahui, CV Cahya Ananta awalnya berkomitmen mengembangkan wisata KPTP melebihi Juwana Water Fantasy (JWF) Jawa Tengah. Sepinya pengunjung, membuat investor mengibarkan bendera putih di tahun kedua kontrak.

Teken kontrak wisata KPTP ini terjadi pada kisaran bulan April 2016. Waktu itu, Pemkab Tuban diwakili Sekda Tuban, Budi Wiyana. 

Tercatat pula, area Terminal Wisata Tuban (TWT) di Jalan Pantura Tuban-Surabaya ini, telah lama mangkrak sejak pembangunannya dimasa kepemimpinan Bupati Haeny Relawati. Sampai tahun 2017, masih jarang Mobil Pengangkut Umum (MPU) yang singgah ke dalam TWT.

Pembangunan terminal Tuban yang terletak di pinggir jalur Pantura, tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, dalam pembangunannya menghabiskan anggaran 30 miliar rupiah lebih. Diketahui 8 miliar rupiah dari investor lokal, dan sisanya atau sebagian besar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tuban.

"Mohon supportnya karena banyak pihak yang harus diajak koordinasi untuk mengembangkan wisata bahari," harapnya.

Sementara, Direktur CV Cahya Ananta, Hartatik, membenarkan keputusan tersebut. Tahun ini terakhir menjadi pengelola wisata KPTP di Jalan Pantura Kecamatan Jenu.(Aim)

Dibaca : 441x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan