Izin Lingkungan PT Abadi Semen Berakhir Tahun 2019

Minggu, 03 Februari 2019, Dibaca : 1312 x Editor : nugroho

Ali Imron
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH, Sunarko S.P.


SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Pelaku industri semen PT Abadi Semen di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, harus mengajukan perpanjangan kembali soal izin lingkungannnya. Catatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat izin tersebut berlaku selama tiga tahun, dan akan hangus jika tidak ada aktifitas apapun di lokasi pabrik.

"Izin lingkungan PT Abadi Semen keluar sejak 2017 lalu," ujar Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH, Sunarko S.P, kepada suarabanyuurip.com, Minggu (3/2/2019).

Baca Lainnya :

    Izin lingkungan PT Abadi Semen sejak tiga tahun lalu. Perusahaan semen asal China itu kesulitan membebaskan lahan di Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak. Kurang dari 50% lahan dari kebutuhan belum terpenuhi.

    "Investor semen baru itu progresnya lamban," sambung Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana terpisah.

    Baca Lainnya :

      Mantan Kepala Bappeda Tuban ini menjelaskan, untuk Abadi Semen plot areanya mencakup lahan pertanian warga di Desa Sugihan, dan kawasan hutan Jati Peteng di Kecamatan Jenu.

      Lambannya pembebasan lahan, ditengarai Budi karena banyak faktor. Diantaranya pengalaman masyarakat sekitar industri yang lebih berhati-hati setelah adanya pabrik Semen Indonesia (SI) dan Semen Holcim.

      Sebatas diketahui, saat sosialisasi kepada warga Sugihan, Kecamatan Merakurak, pabrik Abadi Cement rencananya membutuhkan lahan seluas 98,8 hektar. Jumlah tersebut rancananya 72,87 hektar lahan terbangun, dan 25,93 hektar untuk lahan terbuka. Dari jumlah tersebut 13 hektar lahan milik warga, sisanya milik Perhutani.

      Abadi Cement menargetkan produksi semen atau klinker 4 juta ton per tahun per satu jalur produksi, dan produksi beton atau mortar siap pakai berkapasitas 2 juta ton per tahun per jalur produksi.

      "Perusahaan juga akan mengoperasikan Cement Grinding Plant, Cement Packing Plant, Cement Silo, Jetty dan sarana penunjang produksi lainnya," pungkas birokrat asal Nganjuk. (aim)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more