Sabtu, 17 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Jabatan Eselon II Blora Diisi Awal Tahun 2019

Editor: samian
Kamis, 08 November 2018
dok SBU
Bupati Blora, Djoko Nugroho.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, berencana lakukan pengisian jabatan eselon II yang lowong pada awal tahun 2019 mendatang. Karena harus melalui sejumlah tahapan atau proses yang membutuhkan waktu yang tidak singkat.

"Pada awal 2019 jabatan yang kosong akan kami isi. Diawali jabatan eselon II terlebih dahulu, kemudian eselon lainnya,’’ kata Bupati Blora, Djoko Nugroho, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (8/11/2018).

Dia mengakui para pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Blora telah mengikuti assesment atau uji kompetensi di Solo, pads 17 sampai 19 Oktober. Hasilnya pun sudah ada. Namun, assesment tersebut bukan dalam rangka mutasi pejabat.

"Nanti akan ada assesment pengisian jabatan," tandas Bupati yang karib disapa Kokok.

Sekadar diketahui, assesment di Solo digelar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Blora bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Pesertanya adalah 20 pejabat eselon II.

Di antaranya adalah para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli Bupati serta para asisten sekretaris daerah. Tiga kepala OPD tidak ikut assesment karena akan memasuki masa pensiun.

Ketiga pejabat itu adalah Kepala Dinas Pendidikan, Wardoyo, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Winarno, serta Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Sri Handoko.

Uji kompotensi merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2017 dan Peraturan Menteri (Permen) Pendayagunaan ASN dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 tahun 2014 tentang tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama yang harus melalui penilaian kompetensi manajerial.

Melalui uji kompetensi, Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan dinilai tidak saja dari aspek psikologinya tetapi yang lebih penting adalah aspek kompetensi dan kapabilitasnya untuk memangku suatu jabatan. Jadi, uji kompetensi tersebut bukan dalam rangka mengisi jabatan yang kosong. Tapi merupakan keharusan sebagai amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di Pemkab Blora, sebanyak empat jabatan kepala OPD dan satu jabatan asisten hingga kini masih lowong karena pejabat lama telah pensiun.

Jabatan tersebut kini ditempati pelaksana tugas (Plt) atau bukan pejabat definitif. Kekosongan terjadi sejak beberapa bulan lalu bahkan ada yang lowong sejak tahun lalu.

Kelima jabatan lowong tersebut antara lain, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Inspektorat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) serta Asisten III Sekretaris Daerah.

Beberapa kali Bupati Djoko Nugroho melakukan mutasi pegawai tahun ini. Hanya saja mutasi belum menyentuh jabatan eselon II. Melainkan baru menyasar jabatan eselon IV dan eselon III. (Ams)

Dibaca : 226x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan