Jum'at, 22 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Jatah Pengelolaan Gas Suar Sukowati Rugikan Daerah

Editor: nugroho
Sabtu, 25 Juni 2011
1
Dwi
Deddy Afidick

SuaraBanyuurip.com - D. Suko Nugroho

Bojonegoro - Pembagian jatah gas suar (flare gas) Lapangan Sukowati yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina East Java (JOBP-PEJ) dinilai merugikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur. Sebab BUMD hanya diberi jatah sisa dari gas suar yang dibeli PT. Gazuma sebanyak 8 MMBTU – 12 MMBTU. 

“Ini (pembagian jatah) terbalik. Seharusnya kita yang mendapatkan jatah pembelian 8 MMBTU – 12 MMBTU,” kata  Direktur Utama PT. Bangkit Bangun Sarana (BBS), Deddy Afidick diruang kerjanya, Jum’at (24/6) kemarin.

Pertimbangan BUMD mendapat jatah pembelian gas suar lebih besar karena Bojonegoro sebagai daerah penghasil. Artinya tapak sumur Sukowati berada di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

“Seharusnya sebelum perusahaan (JOBP-PEJ) menawarkan pada perusahaan lain, lebih baik ditawarkan pada Pemkab (BUMD) lebih dulu,” papar Deddy.

Seperti diketahui akibat pembakaran gas flare ini potensi pendapatan yang hilang setiap hari mencapai 30 ribu USD (Rp. 300 juta). Dengan asumsi, gas yang dibakar mencapai 400 BOPD.

 

Dibaca : 2026x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan