Kamis, 13 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Jokowi Serahkan Sertifikat Pemberdayaan Empat Desa di Tuban

Editor: nugroho
Kamis, 20 September 2018
Ali Imron
SIMBOLIS : Presiden Jokowi serahkan sertifikat pemberdayaan desa kepada Bupati Tuban, Fathul Huda di Jakarta.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Jakarta- Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Rembuk Nasional Pelaksanaan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial dan Global Land Forum (GLF) 2018 di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (20/9/2018). 

Pada kesempatan itu mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyerahkan sertifikat pemberdayaan kepada Bupati Tuban, H. Fathul Huda untuk empat desa meliputi, Desa Pakel Kecamatan Montong, Desa Bektiharjo Kecamatan Semanding dan Desa Tegalrejo serta Desa Tahulu Kecamatan Merakurak.

Acara tersebut membahas penyelesaian usulan Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial dari masyarakat dan mitra pembangunan. Rembuk nasional juga merupakan konsensus bersama multipihak atas agenda Reforma Agraria, dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial dalam bentuk Pakta Tanah.

Hadir pada kesempatan itu, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) selaku Civil Association, Said Aqil Siroj, dan Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika.

Presiden ketujuh Indonesia menyebut reforma agraria dan perhutanan sosial menjadi kunci dalam sertifikasi tanah. Dengan begitu, target sertifikasi tanah seluas 3 juta hektare tercapai pada tahun ini.

"Ukurannya hektare bukan meter persegi. Sehingga besar sekali," tutur Presiden yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 21 Juni 1961. 

Kendati demikian, kalau pembagian tidak benar ya sampai kapan pun enggak akan rampung-rampung. Sehingga reforma agraria, dan perhutanan sosial, betul-betul sekarang jadi konsentrasi kita.

Mantan Walikota Solo itu menambahkan, ada sebanyak 126 juta bidang tanah yang harus disertifikasi. Sayangnya hingga 2015 baru 46 juta bidang yang tersertifikat. Sehingga, masih ada 80 juta bidang yang harus disertifikasi.

Karena itu, dia menggeber program sertifikasi tanah tersebut. Pada 2017 pemerintah sudah memberikan lima juta sertifikat tanah kepada masyarakat. 

Jumlah itu 10 kali lipat lebih banyak dari yang diberikan pada 2015. Tahun ini target sertifikasi tanah naik menjadi tujuh juta dan 2019 menjadi sembilan juta sertifikat tanah.

Dari sertifikat ini, keempat desa di Kabupaten Tuban nantinya juga mendapatkan bantuan tekhnologi dan fasilitasi pengolahan minyak atsiri (Kayu Putih). Bantuan ini diberikan karena potensi tanaman kayu putih di Bumi Wali yang masih bisa dikembangkan.

Bupati Fathul Huda berharap bantuan yang diterima keempat desa dapat di gunakan sebaik-baiknya dan dapat dioptimalkan guna pemberdayaan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Semoga bermanfaat untuk masyarakat di empat desa itu," tutup Bupati kelahiran Kecamatan Montong. (aim)

Dibaca : 4168x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>