Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kaji Izin Wisata Tirta Abimanyu

Editor: samian
Jum'at, 10 November 2017
Ahmad Sampurno
WARGA RESAH : Satpol PP, DPM-PTSP, Forkopimcam Cepu dan warga saat mengecek di Home Stay yang belum selesai pembangunannya.

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Setelah mendapat laporan warga soal keresahan atas keberadaan wahana wisata kolam renang Tirta Abimanyu di Lorong Abimanyu nomor 13 RT 1/16 Balun Graha Keluarahan Balun, Kecamatan Cepu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, turun lapangan melakukan pemantauan atas usaha tersebut, bersama warga dan Forkopimcam Cepu, Kamis (9/11/2017) kemarin.

Petugas menemukan kejanggalan pada usaha tersebut. Lantaran ada indikasi ketidak sesuaian dokumen perizinan dengan tempat usaha, serta jenis usaha. Dalam dokumen, izinnya berada di Lorong Abimanyu nomor 1 RT 1/16 Balun Graha, Keluarahan Balun, tapi pada kenyataannya berada di nomor 13 alamat setempat.

Disamping itu, juga ditemukan adanya ruang karaoke yang berjumlah tiga ruangan berada di lantai atas, restoran dan bangunan Home stay yang belum selesai pengerjaannya berada satu lahan dengan kolam renang.

"Dari sudut pandang perizinan, adalah gelanggang olah raga berupa kolam renang mini," jelas Wahyu Jatmiko, kepala Bidang PTSP Dinas PM-PTSP.

Sedangkan untuk restoran dan karaoke harus ada izin tersendiri karena jenis usahanya terpisah.

"Untuk resto dan karaoke harus ada perubahan izin pengembangan usaha. Karena jenis usahanya terpisah," jelasnya.

Sementara untuk bangunan Home Stay, dirinya menegaskan belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kalau home stay, belum pernah mengajukan perizinan," ujarnya.

Terkait tuntutan warga, supaya usaha tersebut dilakukan penutupan dan dicabut izinnya, karena sudah menimbulkan keresahan, pihaknya mengaku harus melakukan koordinasi dengan atasan dan dinas terkait.

Camat Cepu, Djoko Sulistiyono menambahkan, bahwa dalam proses pencabutan izin butuh kajian dan perlu dilaporkan pada pimpinan.

"Kami juga sudah melaporkan kepada bupati terkait hal ini. Jangan Gegabah," terangnya.

Pihaknya juga tidak ingin ada kegaduhan dalam masalah itu. "Mudah-mudahan minggu depan ada jawaban," kata camat.

Sementara, Manajer Tirta Abimanyu, Ujang Kosasi, menyatakan, akan tetap menjalankan usahanya seperti biasa meski mendapat tentangan dari warga sampai ada keputusan.

"Kami akan tetap berjalan seperti biasa," kata pria asal Jawa Barat itu.

Sebelumnya, usaha tersebut menimbulkan keresahan warga setempat. Pasalnya, keberadaan lokasinya yang berada di permukiman padat penduduk. Selain menimbulkan kebisingan lokasi tersebut penggunaannya tidak sesuai dengan izin.

Semula, hanya untuk kolam renang. Namun, ditengah perjalanan usaha tersebut berkembang dengan menyediakan karaoke, restoran dan saat ini tengah berjalan pembangunan home stay yang diduga juga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Ketua RW 16 Edy Widodo, beserta warga setempat sepakat menolak keberadaan usaha itu dan menuntut untuk dilakukan penutupan, serta mencabut izin.(ams)

Dibaca : 144x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan