Rabu, 18 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Masalah Pembebasan Lahan RSUD Temayang

Kantor Pertanahan Bojonegoro Tidak Dilibatkan

Editor: utama
Kamis, 12 Juli 2018
Ist
Kantor Pertanahan Negara (KPN) Bojonegoro di Jalan Teuku Umar.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pembebasan lahan seluas 2,35 hektar (Ha) untuk pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) tipe D di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak melibatkan Kantor Pertanahan Negara (KPN) setempat. Lahan yang dibebaskan kurang dari 5 Ha.

"Dulu, pertama kali cuma diajak mengukur lahan saja. Setelah itu kami tidak terlibat," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Kantor Pertanahan Negara Bojonegoro, Geger Teguh Yuwono, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (11/7/2018).

Dijelaskan, jika luas lahan yang bebasakan di bawah 5 ha, prosesnya bisa dilakukan langsung tanpa tim dari KPN. 

"Tidak ada tim dari kami, tapi bisa dilakukan langsung dengan tim appraisial dengan pemilik lahan dan pembeli," pungkasnya. 

Diberitakan sebelumnya, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan potensi kerugian negara akibat adanya dugaan mark up dalam pembebasan lahan tersebut.

BPK menemukan potensi kerugian sebesar Rp1,46 miliar dari anggaran Rp13 miliar yang bersumber dari APBD 2017. Dari jumlah kerugian tersebut baru Rp400 juta yang dikembalikan ke kas daerah.

"Batas waktu pengembalian 60 hari sejak diterbitkannya laporan hasil pemeriksaan audit BPK pada 28 Mei 2018 lalu," sambung Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Ibnu Soeyoeti dikonfrontir terpisah.

Ibnu, sapaan akrabnya menabahkan, jika dalam batas waktu semua kerugian tidak kembalikan, maka dapat dilakukan penyidikan.(rien)

Dibaca : 556x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan