Rabu, 13 Desember 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Sebelas Bulan Terdampar

Kapal Holcim Dievakuasi, Nelayan Terima Kompensasi

Editor: nugroho
Sabtu, 28 Oktober 2017
12
Ali Imron
TERDAMPAR: Tugboat Tampakan pengangkut batubara saat terdampar di perairan wilayah Desa Socorejo.
SuaraBanyuurip.com
Sepakat beri kompensasi

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban- Kemelut terdamparnya kapal Tugboat Tampakan pengangkut batubara, milik PT Multi Cargo Energy (MCE), rekanan PT. Holcim Indonesia Tbk selama 11 bulan akhirnya menemui titik terang. Pemilik kapal siap memberikan kompensasi, sekaligus melibatkan nelayan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dalam evakuasi kapal.

"Tepat di tanggal 28 Oktober atau bertepatan Hari Sumpah Pemuda ada jawaban pasti dari pemilik tugboat," ujar Kepala Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Arif Rahman Hakim, ketika dikomnfirmasi suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Sabtu (28/10/2017).

Didampingi Ketua Pengurus Ranting (PR) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Jenu, Rohmad Hidayat, pemilik kapal, Andi Tanrang, menelurkan tiga kesepakatan. 

Pertama, pemilik Tugboat bersedia memberi kompensasi kepada warga Socorejo khususnya nelayan terdampak. Kedua, pemilik kapal memohon waktu melakukan evakuasi kapal dengan alat berat yang membutuhkan waktu satu sampai dua pekan. Ketiga, pemilik kapal berjanji bekal melibatkan masyarakat Socorejo sebagai pekerja dalam proses evakuasi.  

"Kesepakatan ini direstui pemerintah desa karena sebagai tanda itikad baik dari pemilik kapal," imbuh alumni PMII Jogja.

Sebagai bentuk permintaan maaf, pemdes juga mendorong pemilik kapal memberikan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responcibility/CSR) terhadap fasilitas pendidikan, dan ibadah di wilayah setempat.

"Terimakasih pak Kades dan HNSI atas dukungan dan saran jelang evakuasi," timpal pemilik kapak, Andi Tanrang saat berkunjung di rumah Kades Socorejo.

Dilain sisi, Ketua PR HNSI Jenu, Rohmad Hidayat, menegaskan evakuasi Tugboat harga mati. Ketika musim baratan tiba, keberadaan jangkar yang mengelilingi Tugboat Tampakan bakal menjadi musibah bagi nelayan kecil.

"Tonggak jangkar yang dipasang dapat merusak kapal," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, tiga hari sebelumnya tepatnya tanggal 25 ktober ada pertemuan di salah satu hotel di Kecamatan Jenu. Pertemuan yang dihadiri Polsek, Koramil, dan Pemerintah Kecamatan Jenu belum membuahkan hasil alias deadlock. (aim)

Dibaca : 450x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan