Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Korban Penggusuran Perjuangkan Nasib

Keamanan Kantor Bupati Hadang Warga Balun

Editor: samian
Rabu, 15 November 2017
Ahmad Sampurno
PERJUANGKAN NASIB : Warga Balun yang hendak mendatangi kantor Bupati Blora dihadang personel keamanan Bupati.

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Sejumlah warga Balun, Kecamatan Cepu, Kabupayen Blora, Jawa Tengah, mendatangi Kantor Bupati Blora, Selasa (14/11/2017). Dengan didampingi kuasa hukumnya, Darda Syahrizal. Kedatangan mereka dimaksudkan untuk menyampaikan surat permohonan audiensi kepada bupati. Lantaran sudah dua kali surat permohonan mereka tidak mendapat tanggapan.

Ketegangan sempat terjadi sesampainya di Kantor Bupati Blora. Karena kedatangan mereka sempat tertahan personel keamanan Kantor Bupati. Personel keamanan mencegah mereka untuk naik ke lantai dua tempat Bupati Blora Djoko Nugroho, dengan alasan bupati tidak berada di tempat.

Meski demikian, warga akhirnya mau menerima Staf Bagian Umum Kantor Bupati Blora yang hendak mencatat adanya surat masuk untuk Bupati Blora. Staf ini menjanjikan surat akan sampai di meja Bupati Blora Djoko Nugroho.

“Kemarin (Senin, 13/11/2017) kami hanya bertiga mendatangi Kantor Bupati untuk menanyakan jawaban dari surat kedua kami. Dan hanya diterima oleh Kepala Kesbangpol Nur Hidayat. Kami tidak mendapat jawaban pasti, kapan Bupati dapat menerima kami, rakyat yang jadi korban penggusuran,” kata  Agus Iswanto, koordinator warga, usai menyerahkan surat ke Staf Bagian Umum Kantor Bupati Blora.

Lebih lanjut dia mengatakan, surat kedua telah disampaikan pada Kamis (26/10/2017). Surat itu diantarkan Darda Syahrizal, aktivis pengacara yang mendampingi mereka, dan diterima langsung Bupati Blora di Lapangan Golf.
“Saat itu Bupati menjanjikan akan melakukan rapat dengan bawahannya terlebih dulu, dan selanjutnya akan menerima kami,” katanya.

Dikatakannya, pada Senin (30/10/2017), Darda sempat menerima telepon dari seseorang yang menanyakan jadi tidaknya audiensi dengan Bupati Blora. Namun seseorang tersebut tidak menyebut identitas dari mana.

"Itupun dilakukan pada siang hari. Kalau serius menerima kami, harusnya pagi atau sehari dua hari sebelumnya memberitahukan pada kami jika pada hari Senin itu (30/10/2017), Bupati siap menerima kami untuk audiensi mendengarkan keluhan kami. Tapi ini tidak. Mereka seolah mempermainkan kami, rakyat yang hendak berkeluh kesah atas penindasan sewenang-wenang yang dilakukan pemerintah pada rakyatnya sendiri," terang Agus.

Merasa dipermainkan, warga lalu datang berama-ramai untuk mengantarkan surat ketiga. "Ini kami tunggu jawaban, kapan Bupati dapat meluangkan waktunya untuk mendengar jeritan hati kami," tandasnya.

Usai menyampaikan surat tersebut, rombongan warga langsung menuju gedung DPRD Blora dengan menumpang kendaraan yang mereka sewa dengan uang iuran. (Ams)

 

 

Dibaca : 106x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan