Kejaksaan Jebloskan Rekanan Bojonegoro ke Tahanan

Rabu, 17 Juli 2019, Dibaca : 1978 x Editor : nugroho

ririn wedia
DITAHAN : Siti Marfuah menggendong anaknya saat tiba di Lapas Kelas II A Bojonegoro.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Jawa Timur, resmi menahan Siti Marfuah (35), rekanan pemenang lelang proyek pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Sukosewu, tahun 2016. Penahanan dilakukan setelah turunya putusan Makamah Agung (MA).

"Hari ini tersangka langsung kita tahan," tegas Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Bojonegoro, Achmad Fauzan kepada awak media, Rabu (17/7/2019). 

Baca Lainnya :

    Selama ini tersangka kasus dugaan suap -Marfuah-hanya diwajibkan lapor secara berkala karena adanya penetapan banding pada 31 Oktober 2018. Statusnya sebagai tahanan kota. 

    Penasehat Hukum tersangka diketahui sedang mengajukan Kasasi pada Mei 2019 lalu, dan sekarang masih proses.  

    Baca Lainnya :

      "Setelah kita panggil hari ini dan menjelaskan adanya penetapan itu, tersangka langsung menyerahkan diri," ujarnya. 

      Dijelaskan, masa penahanan tersangka adalah selama 60 hari. Setelah itu tergantung proses persidangan.

      Kejari Bojonegoro juga memberikan izin kepada tersangka untuk membawa anaknya karena masih masa menyusui.  

      "Ya boleh-boleh saja membawa anaknya ya, kasihan juga kalau dipisahkan," lanjutnya. 

      Untuk diketahui, kasus suap ini juga menyeret tersangka lain. Yakni Kepala Bagian Pemerintahan Pemkab Bojonegoro, Supi Haryono, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) atau pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

      Supi diduga menerima suap sebesar Rp125 juta dari Marfuah. Uang suap tersebut oleh tersangka digunakan untuk uang muka pembelian mobil Innova.

      Nilai proyek pembangunan Gedung Kantor Kecamatan Sukosewu senilai Rp1,9 miliar yang bersumber dari ABPD Bojonegoro tahun 2016.

      Kasus suap ini diungkap Polres Bojonegoro dengan cara tangkap tangan. 

      Akibat perbuatannya, Siti Marfuah terancam pasal 5 atau pasal 13 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

      Sementara itu, Suarabanyuurip.com masih berupaya mengkonfirmasi Siti Marfuah melalui Penasehat Hukumnya, Fajar. Pesan pendek yang dikirimkan belum ada balasan.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more