Kejati Panggil 6 Orang yang Ditenggarai Terlibat Kasus UPSUS SIWAB

Senin, 09 September 2019, Dibaca : 687 x Editor : rozaqy

Ahmad Sampurno
UPSUS SIWAB


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,  telah memanggil 6 orang untuk dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora. Mereka terdiri dari 5 orang Aparatur Sipil Negara(ASN) dan satu tenaga kontrak.

Semuanya merupakan terlapor dalam kasus dugaan tindak korupsi program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2017 Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.

Baca Lainnya :

    Saat ini, beberapa terlapor juga sudah tidak lagi bertugas di dinas setempat. Ada yang sudah pensiun, dimutasi ke OPD lain, ke Kecamatan dan lainnya.

    Ada juga yang sudah dimutasi  sebagai sebagai Staf Ahli Bupati. Keenam terlapor tersebut adalah JU(dimutasi), SA(masih berdinas), TS(Pensiun), LO(mutasi), BU(masih berdinas) dan HS(mutasi).

    Baca Lainnya :

      Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora Gundala Wijasena menyampaikan, pemanggilan dilakukan sebelum penggeledahan di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.

      "Sebelumnya, sekitar dua bulan sebelumnya. Sudah semuanya. Mungkin karena ada berkas yang belum bisa ditunjukkan sehingga dicari sendiri di Blora,” ucapnya, Senin (9/9/2019).

      Dia menjelaskan, dalam penggeledahan beberapa waktu lalu, dilakukan selama 4,5 jam. Mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.30 WIB. Beberapa dokumen juga dibawa. Begitu juga CCTV dinas setempat.

      Dia menambahkan, dengan adanya kasus ini sistem kinerja kedinasan memang terganggu. Meski dia dan yang lain tidak terlibat dalam kasus ini, namun membuat kinerja teman-teman jadi berkurang.

      "Walaupun tidak sebagai pelaku, melihat kondisi seperti itu ya takut. Semangat kerja jadi berkurang. Sebenarnya tidak ada masalah. Tapi tetap beda. Walaupun tidak terlibat,” terangnya.

      Untuk itu, sejak dia menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, selalu menanamkan sikap kejujuran. Terus memberikan motifasi kepada para karyawan.

      "Tidak boleh ada pemotongan dan lainnya. Pokoknya kita kerja harus jujur. Sejak pertama saya masuk. Jangan pernah memberi saya uang atau apa. Karena kami sendiri tunjangannya  sudah banyak,” tegasnya.

      Diketahui, sebanyak 15 tim dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah melkaukan penggledahan di Dinakikan pada Rabu (4/9/2019) kemarin. Hasilnya Tim berhasil mengamankan dua dus dan dua koper dokumen dari dinas terkait. Selain itu berhasil mengamankan CCTV dan Handpone. Rencananya minggu ini akan mengagendakan pemanggilan saksi-saksi.

      Menurut Kejati, ini adalah perkara baru. Nilai anggaran sekitar Rp 2 miliar. Tahun Anggaran 2018 juga ada dugaan tipikornya tapi masih didalami. Kalau yang 2017 sudah diakui ada pemotongan dana sekitar Rp.600 juta untuk kepentingan lain diluar dana operasional.


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more