Sabtu, 18 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kekurangan Fisik Tak Melumpuhkan Semangat Mahfud

Editor: teguh
Selasa, 17 November 2015
Totok Martono
SEMANGAT : Walau kondisi fisiknya tak sempurna namun Imam Mahfud tetap bersemangat meniti perjalanan hidup.

GERIMIS baru saja reda membasuh awal hari. Kompleks lembaga pendidikan SDN Kedungbanjar di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur masih terlihat lengang.

Seorang pemuda memarkir motor beroda tiga, tepat di depan pagar sekolah. Menggamit sebatang kruk di ketiak tangan, dia menggelar tikar lusuh di atas tanah basah sisa air langit. Tak lama kemudian barang dagangan dikeluarkan dari kardus yang masih terikat di sadel motor.

Usai membuka semua dagangan lelaki bernama Imam Mahfud itu,  menyandarkan kruk di pagar. Dia pun duduk menunggu pembeli yang tiada lain adalah siswa sekolah tersebut.

"Setiap hari saya mulai dasaran (berjualan) jam enam, waktu berjualan sempit saat anak hendak masuk sekolah dan waktu jam istirahat," kata Imam Mahfud memulai kisah pada SuaraBanyuurip.com, Selasa ( 17/11/2015).

Meski terlahir cacat pemuda warga Desa Moropelang,Kecamatan Babat ini mengaku pantang dikasihani. Sejak dari kecil dirinya berusaha mandiri tanpa tergantung pada orang lain.

Sejak lulus dari SMP dia berusaha mandiri dengan bekerja menjadi tukang sablon. Meski ada kerabat yang ingin membiayai melanjutkan sekolah SMA ditolaknya, karena ingin meringankan beban orangtuanya.

Walau secara fisik cacat namun Mahfud dikenal sebagai anak cerdas. Selama bersekolah SD hingga SMP selalu masuk tiga besar. Ketika SD beberapa kali diikutkan dalam lomba cerdas cermat, dan saat SMP mendapat bea siswa.

"Saya ingin bekerja saja karena orang tua saya miskin. Saya berpikir membantu mereka," ujar putra pasangan Nurman dan Ny Sumilah ini.

Dari menjadi buruh tukang sablon, lelaki kelahiran 17 April 1979 itu juga sempat mencicipi kerasnya hidup di kota metropolitan. Dirinya bekerja sebagai tukang cuci piring di rumah makan.  Hampir dua tahun bertahan hidup di kota besar sebelum kembali pulang kampung.

Sempat menggangur sekitar dua minggu sebelum salah satu temannya bernama Handoko mengajaknya bekerja berjualan mainan anak. Uang tabungan selama bekerja di Jakarta dimanfaatkan sebagai modal awal.

Untuk bisa berjualan tersebut setiap hari Mahfud dibonceng Handoko. Dirinya diturunkan disalah satu SD, sedang Handoko berjualan di lokasi lainnya. Saat pulang Mahfud kembali dijemput temannya itu.

Tidak ingin merepoti dan bergantung terus, Mahfud memutuskan untuk mandiri. Dari tabungannya selama berjualan sejak tiga bulan lalu dibelikan motor bekas  seharga Rp1,6 juta. Agar dirinya bisa mengendarai, motor butut itu dirancang khusus dengan beroda tiga.

"Alhamdulillah, saya tidak lagi harus merepoti teman," ujar Mahfud. Dirinya juga sangat bersyukur impian untuk bisa mengendarai motor sendiri yang dipendamnya selama bertahun-tahun terwujud.

Pengalaman pahit sering dirasakan Mahfud selama berjualan mainan anak-anak. Diantaranya, sering diusir penjaga sekolah, dan guru yang tidak mengijinkan sekolahnya dipakai berjualan.

Dari hasil berjualan mainan anak yang dijual dengan harga Rp500 sampai Rp1.500 setiap barang, Mahfud bisa mendapatkan penghasilan Rp40 ribu hingga Rp60 ribu. Jumlah tersebut setelah dipotong membeli BBM 1 liter.

"Cita-cita saya ingin memiliki toko di rumah setelah nanti menikah," ujar Mahfud yang mengaku telah memiliki kekasih itu.

Matahari mulai menyibak kabut di pucuk pohon-pohon jati. Satu persatu anak sekolah yang mulai berdatangan berkerumun membeli mainan. Dengan ramah Mahmud mulai sibuk melayani para pelanggan kecilnya itu. (totok martono)

 

Dibaca : 627x
FB
Ada 3 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Selasa, 17 November 2015 18:59
Tetap semangat ya mas salam 86
fiqih
Selasa, 17 November 2015 18:32
Jangan lupa ngopi dulu
dicko
Selasa, 17 November 2015 18:25
Luar biasa tetap semangat jangan loyo
dicko
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan