Kamis, 16 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Keluar Lapas, Residivis Kerek Jadi Polisi Gadungan

Editor: samian
Selasa, 12 Juni 2018
Ali Imron
WASPADALAH : Salah satu residivis Chikung (tertunduk) saat dirilis dihadapan awak media.
TERKAIT:

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Terbongkar sudah penyamaran HRT (27) alias Chikung asal Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, menjadi polisi selama enam bulan terakhir. Saat melakukan kejahatan di sekitar GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, residivis sekitar pabrik Semen BUMN ini diringkus tim Macan Ronggolawe Satrekrim Polres Tuban, Jawa Timur.

"Saya ngaku polisi untuk bisa mendapatkan Hp korban," ujar HRT kepada suarabanyuurip.com saat pers rilis di Mapolres Tuban, Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Selasa (12/6/2018).

Chikung sendiri sebelum menjadi polisi gadungan, pernah mendekam di Lapas Kelas II B Jalan Veteran Tuban. Sejak keluar pada Desember 2017, tepat enam bulan setelahnya dia harus kembali mendekam dibalik jeruji besi.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, geram melihat aksi Chikung selama setengah tahun terakhir ini. Jika sekali lagi meresahkan masyarakat, siap-siap timah panas yang akan dihadapinya.

"Untung saja pelaku tak sampai berseragam polisi, jika iya habislah hidupnya," tegas Kapolres kelahiran Bojonegoro ini.

Nanang sapaan akrabnya, mengungkapkan, selama enam bulan Chikung beraksi dengan kawannya berinisial RGS (25) asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. RGS merupakan kawan akrabnya di Lapas, dan menjadi residivis Curanmor 11 TKP, dan 1 TKP Curat.

Sedikitnya ada tiga TKP yang menjadi sasaran keduanya. Mulai di tepi jalan tembus pasar baru Tuban Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, jalan tembus (JT bawah) arah menuju terminal baru dekat gudang KWSG Desa Sugihwaras Jenu, dan sebelah utara GOR Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban.

"Keduanya tercatat melakukan lima kasus dengan ancaman pasal 365 KUHP (ancaman pidana 12 tahun), dan pasal 368 KUHP (ancaman penjara 9 tahun)," tegasnya.

Barang bukti (BB) yang disita oleh polisi, meliputi 2 Buah dhoosbox terdiri dhoosbox HP Xiaomi Redmi 4X dan dhoosbox HP merk XIOMI type REDMI 4, 3 buah HP terdiri 1 HP OPPO YOYO warna hitam, 1 HP XIOMI type REDMI 4 warna hitam dan 1 HP XIOMI type REDMI 3X warna Gold, 3 unit sepeda motor terdiri 1 unit motor Suzuki Spin S- 3118-GJ, 1 unit motor merk HONDA type VARIO 125 CC CBS warna hitam nopol S-5901-EQ dan 1 unit motor Motor yamaha Vixion S-3912-FF.

Lainnya, 4 Lembar STNK terdiri 1 lembar STNK motor Suzuki Spin S-3118-GJ, 1 lembar STNK motor HONDA type VARIO 125 CC, 1 lembar STNK motor CBS warna hitam nopol S-5901-EQ dan 1 lembar STNK motor Yamaha Vixion S-3912-FF, 1 Buah Ruyung, 1 Jaket kain warna hitam merk USA ARMY, 1 Topi warna Coklat muda merk Why Not, 1 Topi warna abu-abu merk OAKLY, 1 Buah Jaket kain warna hitam, 1 Buah topi merk All Star, dan 1 Buah alat kejut/ Strum.

"Ada banyak Hp yang diperoleh karena Chikung mengaku sebagai polisi dan korbannya takut," ungkapnya.

Terbongkarnya kedua residivis ini, saat salah satu korban menelepon Polres Tuban. Atas gerak cepat dan terukur, dalam waktu sebulan terakhir keduanya diringkus di sekitar GOR Jalan Sunan Kalijaga Tuban.

Selain di Bumi Wali (sebutan lain Tuban), kedua pelaku juga beraksi di Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik. Dipastikan setelah ini, masyarakat Tuban aman dan nyaman karena tim Macan Ronggolawe akan keliling 24 jam.(Aim)

Dibaca : 773x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan