Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Keluarga Harus Jadi Benteng Moral Anak

Editor: nugraha
Kamis, 23 April 2015
SuaraBanyuurip.com/Athok
POSE BERSAMA : Setya W Yudha ditengah-tengah warga usai sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Balai Desa Cekalang.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pentingnya peran keluarga dalam pembentukan karakter anak harus terus digaungkan saat ini, mengingat semakin derasnya arus informasi global secara bebas dan tidak terbatas yang bisa mengancam akhlak generasi muda.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Satya Widya Yudha, dalam rangkaian Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Balai Desa Cekalang, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (23/4/2015).

Menurut dia, keberadaan keluarga harus menjadi tameng moral untuk mengantisipasi dampak buruk di masa depan. Apalagi sekarang ini, semakin marak tontonan televisi yang kurang pantas dan tidak mendidik bagi anak-anak.

"Orang tua harus mendampingi anak-anaknya dan mengarahkan tontonan yang mendidik," pesan dia.

Karena tanpa disadari tontonan-tontonan itu memberikan dampak besar bagi anak-anak di masa depan. Sebab setiap tayangan di stasiun televisi nyaris tidak ada filter dan begitu vulgar, serta cenderung menampilkan kekerasan.

"Ini benar-benar harus mendapat perhatian khususnya para orang tua," tegas Satya.

Wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur IX (Kabupaten Bojonegoro & Kabupaten Tuban) ini menekankan pentingnya peran keluarga terutama orang tua yang memiliki anak kecil atau remaja, bahwa pengawasan terhadap segala informasi atau tontonan televisi yang seharusnya bukan untuk mereka harus lebih diperketat.

"Terlebih, zaman sekarang juga sudah marak apa yang namanya sosial-media. Seperti Facebook, Twitter, dan lainnya," ucap Satya.

Politisi asal Partai Golkar ini menyampaikan, keluarga sebagai benteng penjaga moral harus diimbangi dengan pola didik yang sehat dan positif. Agar efek negatif terhadap anak bisa ditangkal, misalnya bahaya narkoba, seks bebas hingga tindak kejahatan atau pembegalan yang marak akhir-akhir ini.

"Dari berita yang muncul, banyak anak-anak, remaja dan anak muda yang terjerat hal-hal seperti itu. Ini sangat menguatirkan," tandas Setya.(rien)

Dibaca : 632x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan