Rabu, 24 April 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kemarau 2019 Diprediksi Lebih Panjang

Editor: nugroho
Rabu, 23 Januari 2019
Ahmad Sampurno
Sekretaris Blora Sinergy Institute, Bayu Adi Nugroho.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Keberadaan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) di Blora Jawa Tengah, seharusnya bisa menjadi berkah bagi masyarakat. Diprediksi tahun 2019 ini kemarau akan berlangsung lebih panjang dari tahun-tahun  sebelumnya. 

Menurut Sekretaris Blora Sinergy Institute, Bayu Adi Nugroho, berdasarkan pernyataan World Meteorologi Organization (WMO) memperingatkan adanya badai El Nino yang melanda dunia.

"Termasuk Indonesia salah satunya akan berdampak pada kekeringan mulai bulan Februari tahun 2019," ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (23/1/2019).

Peringatan tersebut, kata Bayu, sama dengan yang disampaikan Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang Setiadi, tentang kekeringan tahun 2019 yang akan berlangsung lebih panjang. 

Dengan terlaksananya proyek pembangunan SPAM Blora, lanjut Bayu, sebenarnya merupakan berkah tersendiri bagi masyarakt. Terutama dalam menghadapi kemarau panjang yang terjadi. 

"Apakah proyek SPAM ini nantinya bisa menjadi solusi permanen untuk masalah kekeringan di Blora, ataukah justru pemerintan masih terus mengandalkan program dropping sebagai solusi," tuturnya.

Dijlelaskan, dari audiensi yang dilakukan Aktivis Blora Sinergy Institute dengan PDAM Blora pada, Selasa (22/1/2019), diperoleh informasi jika Bak Prasedimentasi telah dibongkar dan dibanguan ulang. Bak tersebut sempat ambrol saat dilakukan uji coba pada tahun 2018 lalu.

"Meski sudah dibangun, saat ini belum dilakukan uji coba," ucapnya.

Sedangkan uji coba pengaliran air dari Bengawan Solo menuju Blora sudah dilakukan. Uji coba untuk membersihkan pipa kotor secara bypass dari intake ke fasilitas penjernihan tanpa melalui bak prasedimentasi.

"Sehingga kualitas air belum optimal," tegasnya.

Saat ini tersisa saluran yang bocor di wilayah Kecamatan Jiken, tapi sudah diperbaiki. 

"Uji coba kepada pelanggan juga sudah dilakukan dengan kemampuan 100 liter per detik dengan kapasitas max 8000 pelanggan," kata dia. 

Diharapkan, dengan kapasitas pipa sebesar 200 liter per detik, project selanjutnya bisa berlanjut ke fase 4. Yakni pembangunan instalasi ke-2 dengan 100 liter per detik sehingga akan diperoleh jumlah pelanggan yang lebih banyak.

Untuk diketahui, SPAM Blora mulai difungsikan sejak (30/12/2018) lalu. Air dari sungai bengawan Solo saat ini telah dinikmati warga Blora.

Menurut Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora, Yan Ria Pramono, saat ini air yang mengalir ke Blora sebenyak 100 liter per detik. Sudah dinikmati sekira 2500 pelanggan.

“Saat ini pelanggan kota sudah terlayani dengan baik,” ujarnya kepadasuarabanyuurip.com, Rabu (16/1/2019).(ams)

Dibaca : 7684x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>