Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kembangkan Desain Produk dan Fashion Berbasis Lokal

Editor: samian
Selasa, 15 Agustus 2017
Ririn Wedia
KEMBANGKAN PRODUK LOKAL : Tim IKKON Bekraft sedang memaparkan rencana aksi untuk industri kreatif di Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Menindaklanjuti kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengenai pengembangan potensi ekonomi kreatif, Tim IKKON Bekraf telah tinggal di Bojonegoro selama dua bulan. Dimana sudah menjalani tahapan survei potensi pada Juli dan tahap proses desain dan pra produksi pada Agustus.

Tahapan tersebut telah dipaparkan oleh Tim IKKON Bekraft dihadapan Bupati Bojonegoro, Suyoto, dilantai 7 Productive Room, Selasa (15/8/2017).

Mentor Tim IKKON Bekraf Bojonegoro,Yanna Diah Kusumawati, mengatakan, ada beberapa rencana pengembangan produk lokal Bojonegoro. Sehingga, bisa meningkatkan kebanggaan masyarakat Bojonegoro terhadap produk lokal.

"Misalnya keripik Matoh yang diharapkan dapat meningkatkan promosi terhadap daerah Bojonegoro dan kemampuan pengrajin lokal dalam memproduksi produk berkualitas," lanjutnya.

Selanjutnya, Tim IKKON juga fokus pada pengembangan desain produk dan fashion berbasis potensi lokal. Diantaranya pada kerajinan Batu Onix, Gerabah Malo, Limbah Kayu Jati, Batik Jonegoroan, dan Daun Pandan.

Yanna mencontohkan, kerajinan anyaman daun pandan di Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem. Dimana, bahan baku yang berupa daun pandan dijadikan tikar dengan pola anyaman silang dan tanpa pewarna. Untuk pemasaran, warga menunggu penjual tikar keliling.

"Disini ada potensi sumber daya alam daun pandan yang melimpah, dengan sumber daya manusia 100 orang satu harinya menghasilkan satu tikar. Ini sudah tradisi turun menurun," imbuhnya.

Tantangannya adalah, lokasi kerajinan jauh dari pusat kota. Sedangkan warga kurang berminat membuat kerajinan lainnya selain tikar. Sebagian besar pengrajin juga bertani dan bermental tidak mau susah.

"Kami membuat rencana pengembangan dengan membuat komposisi warna, struktur anyaman, dan aplikasi produk,” ucapnya.

Dari sebuah tikar, bisa dikembangkan berupa aksesoris ataupun fashion. Bisa juga sebagai wadah atau bungkus dengan berbagai macam motif.

"Kami berupaya  memperkenalkan media sosial untuk dikelola komunitas lokal," pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro, Suyoto, meminta agar Tim IKKON juga memberikan cara untuk menjual produk. Lebih baik lagi, jika para pengrajin tersebut tidak menggunakan modal yang banyak.

"Kalau sudah ada inovasi seperti itu, kita berfikir bagaimana menjualnya dan modal para pengrajin tersebut," kata Bupati Suyoto.(rien)

Dibaca : 179x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan