Senin, 25 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Abdul Haris Yahya, Pengawas SPBU Siman

Kembangkan SPBU dengan Manajemen Warung Makan

Editor: nugroho
Selasa, 22 Desember 2015
totok martono
Yahya bersama istri dan anaknya.

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan-Mengelola sebuah perusahaan ternyata tak harus menerapkan strategi ilmu manajemen yang rumit dan njlimet. Cukup dengan manajemen penjual warung makan, SPBU yang sebelumnya sempat akan bangkrut, kini bangkit dan menjadi yang termaju.

Pengalaman itu dibuktikan Abdul Haris Yahya, pengawas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Siman, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dengan manajamen yang ia terapkan, Yahya, panggilan akrab Andul Haris Yahya, mampu membawa tempat pengisian Bahan Bakar (BBM) itu menjadi terlaris di bumi Sunan Drajad.

Dalam keseharian selama memimpin SPBU Siman, Yahya, dikenal sosok yang ramah. Ia tampak akrab dan bersahabat dengan para pembeli khususnya para petani yang sedang mengisi BBM.

Sikap itu selalu Yahya tunjukkan sebagai ciri khas orang desa.  "Wayahe tandur ya kang? Mugo-mugo tandurane apik," sapa Yahya hangat kepada para petani yang sedang mengisi solar.

Para operator sendiri dengan sikap santun terlihat begitu cekatan melayani setiap pembeli sehingga tidak sampai antri.

"Saya menstandarkan pelayanan prima kepada konsumen. Bagaimana mereka bisa puas dan tidak kecewa membeli BBM di SPBU Siman," ujar lelaki bertubuh jangkung ini.

Kepada setiap operator, Yahya selalu mewanti-wanti agar melayani dengan ramah,santun dan cekatan. Begitu juga setiap ada keluhan atau masukan dari pembeli, Yahya akan dengan sepenuh hati menanggapi.

"Cukup banyak masukan dari pembeli yang pada akhirnya menjadikan SPBU Siman berkembang seperti sekarang ini," kata lelaki yang hobi baca ini.

Yahya tidak pernah mengira perjalanan hidupnya akan membawanya sebagai pengawas SPBU Siman. Sejak lulus SMA tahun 1990, dirinya langsung bekerja membantu mengelola warung makan Budhe nya di Jakarta.

Selama kurun waktu tujuh tahun menimba pengalaman sekaligus mengumpulkan modal, sekira tahun 1997, Yahya mencoba mandiri dengan membuka warung makan sendiri. Pertamakali ia mengalami jatuh bangun akibat kegagalan.

Namun karena keuletannya dan semangat pantang menyerah, Yahya berhasil mengelola warung makan. Bahkan mengantarkan dirinya sukses sebagai boss warung makan dari Lamongan.

Kesuksesan tersebut tak membuat Yahya puas begitu saja. Dirinya ingin mencoba karier lain sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Pada tahun 2005 saya ingin mencoba menjadi TKI namun tidak mendapat restu dari ibu," kenang Yahya.

Kegagalannya mendulang Ringgit di Negeri Jiran membuat semangat Yahya kendur.  Imbasnya, warung yang dikelolanya semakin sepi pembeli. Puncaknya pada tahun 2009, Yahya kembali pulang kampung dan selama setahun tinggal di desa menjadi pemuda luntang-lantung alias pengangguran.

Pada saat itulah, pamannya, H.Mad Syamsuri meminta Yahya untuk mengelola SPBU miliknya. Namun kondisi SPBU pada waktu itu sedang  di ambang kebangkrutan dan sudah hendak dijual.

"Pada awalnya saya hanya niat membantu. Mencari penyebab bangkrutnya SPBU," kata Yahya, mengungkapkan.

Dirinya kemudian meminta waktu dua minggu memantau langsung kondisi lapangan di SPBU. Selama itu Yahya melakukan survey, memetakan masalah dan mencoba mencari benang merah yang melilit manajemen SPBU.

Setelah survey dua minggu, Yahya mengajukan syarat lagi kepada pemilik SPBU agar selama dua bulan kedepan SPBU tidak lagi ditawarkan untuk dijual.

"Alhamdullillah dalam waktu dua bulan itu SPBU tidak lagi devisit dan terus merangkak surplus," cetus suami dari Ana Zuda yang baru dikaruniai putri bernama Ariana Ghifara Zidni Alkhasanah ini.

Saat ini, dalam sehari SPBU yang berlokasi di Jalan raya antar Kecamatan Pucuk - Brondong itu bisa menjual setiap produks BBM rata-rata 16 ribu-20 ribu liter perhari. Pada hari-hari tertentu penjualan bisa meningkat hingga 28 ribu liter perhari.dengan jumlah 15 orang karyawan.

"Filsafat dagang tidak jauh dari mengelola warung makan. Hanya produknya yang beda. Memberikan pelayanan prima sehingga konsumen merasa puas," cetus pria yang menjabat Bendahara Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Cabang Lamongan ini.(adv/tok)

Dibaca : 916x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan