Sabtu, 24 Februari 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Kemelut TITD KSB Tak Berujung

Editor: samian
Rabu, 06 Januari 2016
SuaraBanyuurip.com/Ali Imron
HEARING : Hearing yang dilakukan Komisi C DPRD Tuban dengan Farum penyelamat TITD KSB dan penilik Klenteng tak membuahkan hasil.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sedikitnya sudah 2,5 tahun terakhir kemelut yang terjadi di internal Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Shing Bio (KSB) Tuban, Jawa Timur, tak berujung. Menyikapi hal tersebut Forum Penyelamat TITD KSB, mengajak hearing panitia pemilih dan penilik Klenteng bersama Komisi C DPRD Tuban.

Inti dari hearing adalah untuk meminta solusi dari DPRD, terkait kekisruhan yang melanda Klenteng yang menghadap ke laut utara jawa tersebut.

“Kami meminta Komisi C dapat memediatori kedua belah pihak,” kata Ketua Forum Penyelamat TITD KSB Tuban, Go Tjong Ping, kepada Suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai hearing di gedung DPRD Tuban, Rabu (06/01/2016).

Akan tetapi berjalannya hearing kedua belah pihak, tetap bersikukuh mempertahankan argumennya. Sehingga hearing yang berjalan hampir 3 jam tersebut tanpa hasil.

“Tidak ada hasil sama sekali pertemuan kali ini,” imbuh mantan anggota DPRD Tuban ini mengungkapkan.

Diketahui, kekisruhan bermula ketika pengurus mengangkat panitia pemilihan bulan Juni 2012. Selang satu tahun panitia baru melaksanakan pemilihan pengurus (11/08/2013), hasilnya telah terpilih 15 pengurus, dan 5 penilik sah.

Sekira tanggal 23 Agustus 2013, panitia mengundang calon ketua atau pengurus terpilih, melakukan Pwak Pwe di hadapan Yang Mulia Kong Co Kwan Sing Tee Koen. Tanpa ada alasan yang jelas, mendadak panitia pemilihan menghentikan acara tersebut.

“Sampai saat ini pemilihan tersebut belum terealisasi,” tambahnya.

Selain itu, Panitia pemilihan malah melaporkan salah satu calon ketua terpilih Tan Ay Kwok, ke Polres Tuban, dengan tuduhan mengelapkan kalung emas kelenteng 51,3 gram. Padahal kehilangan tersebut telah diganti sebelum pendaftaran calon pengurus, dan telah dinyatakan lolos.

“Kalau dinominalkan senilai Rp 17,5 juta,” ungkapnya.

Terkait alasan penundaan pelantikan pengurus, lantaran panitia menilai pengurus atau penilik periode 2013-2016 terjerat hukum. Sehingga pelantikan tidak dapat dilaksanakan, sampai proses hukum selesai.

Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Tuban, Maratun Sholihah, membenarkan hasil hearing kali ini nihil. Penyebabnya pihak panitia pemilih meninggalkan ruangan sebelum hearing menemui titik temu.

“Komisi C tidak dapat berbuat apapun, karena sifatnya hanya sebagai mediator,” sambungnya.

Kedepannnya DPRD bakal memanggil kedua belah pihak kembali dalam hearing susulan. Apabila tidak menemui hasil maka kasus tersebut, terpaksa diserahkan ke internal TTID KSB kembali.

“Sebenarnya problem tersebut, dapat diselesaikan secara internal,” pungkasnya. (Aim)

Dibaca : 509x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan