Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Ketua AKD Tuban Diprotes

Editor: teguh
Kamis, 09 Juli 2015
Edy Purnomo
PROTES : Anggota AKD menunjukkan surat komitmen tidak sepakat AKD dipergunakan kendaraan politik.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Tuban, Zuhri Ali, diprotes sejumlah anggotanya terkait  pencalonan dirinya untuk maju sebagai Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati (Wabup) dan akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2015 mendatang.

Diketahui, Jojo, sapaan akrab Zuhri Ali, resmi melamar sebagai calon Wabup di Partai Golongan Karya (Golkar). Jojo disebut melamar sebagai Wakil Bupati menggunakan kendaraan AKD.

“Kita tidak mempermasalahkan Pak Jojo ini melamar sebagai Bupati atau Wakil Bupati karena itu adalah hak dia,” kata Sholikin, Kades Jatimulyo, sekaligus kordinator AKD Plumpang kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (09/07/2015).

 

“Tapi dia melamar sebagai Wabup atas nama AKD, itu yang tidak kita setujui,” lanjut Sholikin.

Sholikin mengatakan, AKD ada bukan sebagai kendaraan politik. Tetapi sebagai sebuah asosiasi yang perlu dibangun bersama. Langkah Jojo menggunakan AKD sebagai kendaraan politik, kata Sholikin, tidak sesuai dengan pemikiran dari anggota.

“Asosiasi itu binaan dan bukan sebagai kendaraan politik, ini semua (pencalonan Jojo menggunakan nama AKD) tidak sesuai dengan pemikiran kita semua,” jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini anggota tidak pernah diajak berkordinasi terkait pencalonan sebagai Wabup menggunakan nama AKD. Banyak para anggota yang mengetahui permasalahan ini hanya lewat media massa semata.

“Kita tidak pernah diajak berkordinasi mengenai masalah ini, dan meminta untuk melepaskan jabatannya sebagai ketua AKD Kabupaten apabila masih menggunakan nama AKD (untuk pencalonan),” kata Sholikin.

Senada, Mustajab, dari AKD Kecamatan Parengan juga menyatakan ketidaksetujuannya. Dia mengatakan, pernah menghadiri undangan AKD Kabupaten pada 11 Juni di Hotel Mahkota untuk evaluasi kinerja Pemdes, tapi undangan tersebut berbelok arah, dan justru bermuara pada pemilihan kepala daerah mendatang.

“Saya saat itu diam saja karena undangannya berbelok secara subtansi, tetapi ternyata teman-teman dari Parengan, Soko, dan Singgahan juga tidak sependapat,” terang Mustajab.

Dukungan ketidaksetujuan Zuhri Ali menggunakan nama AKD Tuban, diklaim berasal dari 15 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Tuban. Kepada sejumlah wartawan, Sholikin menunjukkan surat pernyataan dan komitmen tidak setuju Zuhri Ali maju sebagai Wakil Bupati mengatasnamakan AKD. Surat pernyataan ditandantangani 25 Kades berasal dari 15 kecamatan di Tuban.

Dikonfirmasi,Ketua AKD Tuban, Zuhri Ali, menanggapi santai protes yang datang dari sejumlah anggotanya. Dia masih enggan berbicara lebih detail mengenai tudingan-tudingan ini.

“Biarlah dulu Mas, saya no comment dulu ya,” kata Zuhri Ali. (edp)

Dibaca : 952x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan