Keunikan Petroleum Geopark Bojonegoro Tarik Perhatian Pengunjung APGN

Selasa, 03 September 2019, Dibaca : 235 x Editor : nugroho

d suko nugroho
RAMAI PENGUNJUNG : Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat kunjungi stand Bojonegoro disambut Wabup, Budi Irawanto.


SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Sekitar 200 an pengunjung mendatangi stand Petroleum Geopark Bojonegoro di Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium yang ke-6 di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), di hari pertama, Selasa (3/9/2019). Sebagian besar pengunjung adalah warga negara asing.

Pengunjung tertarik dengan keunikan Petroleum Geopark Bojonegoro. Yakni Sumur minyak tua Wonocolo. Mereka ingin mengetahui tentang proses pembuatan bahan bakar minyak, mulai dari pemisahan, air, lantung, solar diolah menjadi minyak tanah dan bensin. 

Baca Lainnya :

    Kepala Dinas Pariwisata Bojonegoro, Amir Syahid menjelaskan keunikan dari Geopark Bojonegoro adalah merupakan Geopark yang bertema Geopark minyak bumi.  Dari 20 geosite yang dimiliki Bojonegoro, lanjut dia, geosite utamanya adalah geosite Kayangan Api dan Wonocolo. 

    Proses geologi dari Wonocolo merupakan antiklin yang menyebabkan formasi Wonocolo yang umurnya lebih tua dari formasi Ledok menerobos dan berada di permukan. Struktur tersebut kemudian menyebabkan terbentuknya minyak di wonocolo. 

    Baca Lainnya :

      Di kawasan Wonocolo ini batuan reservoir penghasil minyak bumi pada kedalaman rata-rata +100 meter di bawah permukaan tanah (kedalaman reservoir berada di atas permukaan air laut. Terdapat 700 sumur minyak, 200 sumur di antaranya ditambang secara tradisional.

      "Ini membuktikan jika wonocolo merupakan kawasan penghasil minyak bumi terdangkal di Indonesia, bahkan di dunia," tegasnya di sela-sela pameran. 

      Wakil Bupati Bojonegoro, Budi Irawanto berharap, dengan kegiatan ini Bojonegoro dapat mempromosikan dan mengenalkan potensi seni, budaya, dan wisata di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi, Bojonegoro telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan geopark tingkat nasional. Sehingga Pemkab dan masyarakat harus menjaga dan mengembangkan potensi tersebut. 

      "Melalui even ini kita bisa berjejaring dan bertukar pengalaman dengan pengelola geopark se Asia Pacific. Sehingga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki," tegas Wabup saat mengunjungi Stand Petroleum Geopak Bojonegoro usai pembukaan Symposium APGN 2019.

      Untuk diketahui APGN yang berlangsung hingga Jumat (6/9/2019) ini dihadiri 800 peserta dari 30 negara.(suko)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more