Jum'at, 22 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kisah Pertemuan Dua Sahabat Setelah 25 Tahun Pisah

Editor: samian
Selasa, 01 September 2015
totok martono
BERTEMU : Fadheli Purwanto dan Kenthus kembali bertemu setelah 25 tahun mereka berpisah.

SuaraBanyuurip.com

Arti sebuah persahabatan tak lekang oleh waktu maupun status sosial. Setidaknya itulah yang terlihat antara lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dengan pengawas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pertemuan dua sahabat itu terjadi antara Kenthus dengan Fadheli Purwanto, Selasa (1/9/2015). Kedua orang ini telah 25 tahun tak pernah bersua setelah mereka lulus SMA Negeri 2 Lamongan pada 1990 silam.

Namun garis nasib kembali mempertemukan mereka. Walaupun dalam strata berbeda. Kenthus kini bekerja menjadi pengawas SPBU Plaosan, Kecamatan Babat, sedangkan Fadheli, sebagai camat setempat.

Pertemuan setelah berpisah selama puluhan tahun itu menggugah kenangan keduanya saat mereka masih duduk di bangku SMA. Maklum, mereka adalah sahabat karib semasa masih menjadi anak sekolahan.

Setelah lulus pada tahun 1990, keduanya harus terpisah. Kenthus langsung bekerja di sebuah perusahaan di Surabaya dan Fadheli Purwanto melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) yang kini berubah namnya menjadi IPDN.

Sejak lulus itulah keduanya sama-sama kehilangan kontak. Apalagi kala itu belum ada handphone (HP) atau sarana komunikasi lainya untuk memintal jalinan persahabatan.

Seiring perjalanannya waktu, Kenthus yang dua tahun bekerja di Surabaya memutuskan kembali kekampung halaman dan bekerja sebagai operator SPBU Plaosan. Dari operator, tak lama kemudian Kenthus dipercaya menjabat sebagai pengawas SPBU.

Sementara Fadheli Purwanto sendiri setelah lulus dari SPDN berkarier di birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Dua tahun terakhir pria asli Kecamatan Deket ini menjabat Camat Babat.

Uniknya pertemuan ke dua sahabat ini berawal dari membaca sebuah media online. Keduanya sama-sama kerap menjadi nara sumber di media tersebut.

Karena itu, ketika melihat nama mereka muncul di media tersebut, baik Kenthus maupun Fadhlei sama-sama penasaran.

Karena ingin mengobati rasa penasaran itu, Fadheli mengaku telah beberapa kali mencari Kenthus di SPBU Plaosan yang hanya berjarak 500 meter dari kantor Kecamatan Babat. Namun setiap kali datang Kenthus selalu tidak berada ditempat.

Sedangkan Kenthus sendiri mengaku tidak punya keberanian untuk mendatangi temannya yang telah menjadi pejabat tersebut. Status sosial yang selalu mengundang keraguan Kenthus untuk menginjakkan kaki di Pendapa Kecamatan Babat.

"Saya minder. Kuatir dia tidak mengingat saya lagi, " ujar Kenthus kepada suarabanyuurip.com.

Namun takdir pertemuan sepertinya sudah digariskan bagi mereka. Melalui perantara wartawan suarabanyuurip.com, Kenthus menemui Fadeli di Kantor Kecamatan BaBat.

Begitu masuk ke Pendopo Kecamatan dan menunggu Fadeli yang masih Salat Dhuhur, Kenthus terlihat grogi, namun  sekaligus kagum sahabatnya dulu bisa menjadi orang nomer satu di Kecamatan Babat.

Suasana haru pun tak terhindarkan begitu Fadheli keluar dari rumah dinas dan melihat kedatangan Kenthus. Fadheli langsung menyalami dan merangkul hangat Kenthus.

"Tus, ternyata kamu Kenthus sungguhan. Yok opo kabare?" tanya Fadheli.

"Kabarku apik. Kon udah jadi orang sukses. Jadi Pak Camat," jawab Kenthus masih dengan kikuk.

Pembicaraanpun mengalir hangat. Saling berbagi cerita, kenangan dan pengalaman. Mereka terlihatakrab dan dekat tak lagi dipisahkan status dan jabatan. Hingga tak terasa waktu  menunjukkan pukul 14.00 WIB, dan mereka kembali berpelukan hangat sebelum akhirnya berpisah kembali.(totok martono)

 

Dibaca : 480x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan