Sabtu, 23 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Soal Injeksi Puncak Produksi Banyuurip

Komisi VII Setuju Kombinasi, ADS Dukung Air Bengawan

Editor: nugroho
Senin, 27 Mei 2013

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro - Pengunaan air injeksi untuk puncak produksi minyak Banyuurip, Blok Cepu, masih memunculkan perbedaan. Komisi VII DPRI mengaku lebih setuju dengan sistim kombinasi yakni menggunakan air Bengawan Solo dan air laut untuk injeksi.

Sementara PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung air injeksi hanya menggunakan air Bengawan Solo. Versi BUMD yang ikut dalam penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10 persen Blok Cepu itu, penggunaan air injeksi dari Bengawan Solo lebih ekonomis. Selain itu juga akan dapat lebih melibatkan warga Bojonegoro dalam proyek infrastruktur pendukungnya.

“Ini jauh lebih murah ketimbang menggunakan air laut. Sehingga pemerintah bias lebih menghemat cost recovery,” kata Direktur Utama (Dirut) ADS, Ganesha H Aksari.

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha, memiliki penilaian lain. Politisi Partai Golkar ini lebih didasarkan pada keberlangsungan produksi Banyuurip jangka panjang yang membutuhkan air cukup besar untuk injeksi. Sehingga jika hanya mengandalkan air dari Bengawan Solo dikhhatirkan terbatas pada ketersediaan air yang ada.

“Penggunaan air laut diharapkan juga menjaga kestabilan supply apabila musim kemarau debit air Bengawan Solo menurun,” sambung Satya.

Disinggung terkait biaya yang besar jika menggunakan sistem desalinasi air laut, Setya mengungkapkan, semua pihak harus memikirkan kestabilan supply air. Karena jika suplay air injeksi tidak mencukupi akan menganggu aktifitas produksi Blok Cepu.

“Jika itu sampai mengganggu produksi, maka akan timbul kerugian yang lebih besar,” tegas Setya.

Karena pertimbangan itulah, Setya menyarankan, agar tetap menggunakan kombinasi antara air laut dengan bengawan Solo.

Untuk diketahui, sekarang ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas bumi (SKK Migas) masih terus mengkaji pola penggunaan air injeksi untuk puncak produksi Banyuurip. (rien)

Dibaca : 1150x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>