Sabtu, 23 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Komitmen P2M-SG Maksimalkan Realisasi CSR PT SI 2018

Editor: nugroho
Jum'at, 27 Juli 2018
Ali Imron
BERBAGI PENGALAMAN : Salah satu FMK menceritakan pengalamannya saat FGD P2M-SG berjalan lancar

SuaraBanyuurip.com Ali Imron 

Tuban- Sebagai bagian dari tahapan Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2MSG), PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. menggelar Focus Group Discussion (FGD), dengan mengundang Forum Masyarakat Kokoh (FMK) di 26 desa pengembangan perusahaan, dan 3 Kecamatan guna membangun komunikasi dan pemahaman secara sinergis.  

Bersama mitranya PT. Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, forum tersebut membahas strategi proses pemberdayaan masyarakat dengan memaksimalkan realisasi anggaran tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) pada tahun 2018. 

"Ada beberapa hal yang akan kami sampaikan dan perlu saling diskusi serta terbuka untuk menyampaikan tanggapan," ujar manajer P2M-SG, Nunuk Fauziyah, usai FGD di di ruang rapat Sinabung kepadasuarabanyuurip.com, Jumat (27/7/2018). 

Nunuk sapaan akrabnya, menjelaskan secara pribadi dan tim yang terlibat dimohon menggunakan bahasa dan budaya yang santun saat berdiskusi. Pembahasan mengenai FMK baru yang telah direvitalisasi, baik ditingkat kecamatan atau desa. 

Selain itu, semua yang terlibat bisa mengusulkan pendapat yang berorientasi pada keberlangsungan eksistensi FMK. Semua proposal yang diterima sangat luar biasa, dan telah dipelajari secara teliti dan detail satu persatu. 

Pihaknya memahami maksud dan tujuan proposal tersebut secara paripurna, dan sangat mengapresiasi hasil karya FMK. Sekalipun masih ada beberapa hal yang perlu direvisi untuk kesempurnaan proposal agar mudah diimplementasikan.

Aktivis perempuan yang pernah aktif di PMII ini, menambahkan peran FMK adalah mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya upaya penanggulangan kemiskinan dengan mewujudkan kepedulian dan kerjasama antar berbagai pihak. Melalui pembelajaran kegiatan yang difasilitasi  dari Bantuan Dana CSR PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. 

"Disamping itu, memonitor, mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan keputusan-keputusan yang telah diambil, termasuk pelaksanaan kegiatan dan pemanfaatan dana Tanggungjawab Sosial Lingkungan (TJSL)," terang Nunuk. 

FMK juga bertugas membangun transparansi atau prinsip keterbukaan, khususnya kepada masyarakat atau pihak luar pada umumnya. Melalui berbagai media seperti papan pengumuman, sirkulasi laporan tentang kegiatan maupun keuangan periode bulanan atau triwulanan serta rapat-rapat terbuka lainnya. 

Tak kalah pentingnya, memfasilitasi aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam perumusan kebutuhan dan usulan program. Sekaligus kegiatan pembangunan Desa setempat dan penanggulangan kemiskinan, untuk dapat dikomunikasikan, dikoordinasikan dan diintegrasikan dengan program serta kebijakan pemerintah Desa, Kecamatan maupun di tingkat Kabupaten.

Terdapat berbagai kesepakatan yang sangat strategis pada acara tersebut, menjelang kegiatan berakhir.

Koordinator FMK Desa Temandang, Wahib Susanto, mengungkapkan pengalamannya kegiatan yang dulu usulan proposalnya difasilitasi FMK. Sedangkan realisasi kegiatannya dikerjakan oleh vendor, sehingga masyarakat kurang merasa memiliki dan hampir seluruh kegiatan dalam bentuk fisik.

“Melalui P2M-SG dengan alokasi program pemberdayaan FMK sebesar 10% dari pagu dana CSR, pantas kita syukuri dan kita manfaatkan secara maksimal untuk kemanfaatan bersama dan guna menjamin keberlanjutan FMK,” sergahnya.

Wahib bersyukur adanya perubahan implementasi dana TJSL PT. SI, melalui program P2M-SG pada tahun 2018. Sembari berharap agar hasilnya bisa lebih baik dengan adanya konsultan pendamping, sehingga lebih memudahkan koordinasi.

Kasi Bina Lingkungan PT SI, Siswanto, juga bersyukur pendampingan FMK program pendampingan P2M-SG dapat berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini berkat dukungan dan partisipasi dari para pihak yang berkompeten, terutama para anggota FMK, sebagai representasi masyarakat pada desa pengembangan perusahaan.

Dia menilai, secara menyeluruh P2M-SG melalui berbagai tahapan dengan mengedepankan partisipasi dan pengarusutamaan gender berjalan dengan baik. Meski ada beberapa hal yang harus di tingkatkan pada masa mendatang.

Pria berkumis tebal ini, menjelaskan tahap berikutnya masuk realisasi program. Setelah proposal yang sudah masuk dilakukan verifikasi tahap awal di desa. Berikutnya akan dilaksanakan tahapan verifikasi final terhadap proposal yang dinyatakan layak, dan masuk katergori prioritas utama.

“Semoga para pihak memahami dan mengapresiasi terhadap seluruh proses yang berjalan,” tandasnya.

Sebatas diketahui, program ini mengacu pada UU Nomor 19 Tahun 2003 Badan Usaha Milik Negara Pasal 88 ayat (1) BUMN, UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;Pasal 26 Ayat (1),  PERDA Nomor 3 tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Pasal 7 ayat 2 program bina lingkungan sebagaimana dimaskud ayat 1 yakni bina lingkungan fisik, sosial dan usaha mikro kecil dan koperasi.

Ditambah Keputusan Bupati Tuban Tanggal 25 Agustus 2017 Nomor 050/4585/414.201/2017, perihal partisipasi pembangunan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan/corporate social responsibility (TSP/CSR) dalam bentuk kegiatan pemberdayaan dengan model pemberdayaan yang berorentasi pada output dan outcome secara proporsional dan berkeadilan.

Sedangkan sasaran penerima dana CSR PT. SI tersebar di 3 administrasi Kecamatan Jenu, Merakurak, dan Kerek. 26 desa yang dimaksud meliputi Desa Glondong Gede, Karang Asem, Temaji, Socorejo, Temandang, Pongpongan, Bogorejo, Tegalrejo, Sumurgung, Desa Mliwang, Sumberarum, Karanglo, Gaji, Margorejo, Jarorejo, Kasiman, dan Kedungrejo. Desa Senori, Tuwiri Kulon, Tuwiri Wetan, Tlogowaru, Sugihan, Sembungrejo, Kapu, Tahulu, dan Tobo. (aim)

Dibaca : 735x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>