Selasa, 16 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Komunikasi Ditutup, Ketua KONI Bojonegoro Mundur

Editor: samian
Minggu, 03 Februari 2019
Ririn Wedia
Lukman Wafi mundur dari Ketua KONI Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Lukman Wafi, memutuskan untuk mundur dari jabatan yang masih berlangsung pada Oktober 2019 mendatang.

Menurut Wafi, sapaan akrabnya, sejak adanya polemik mosi tidak percaya oleh 19 Pengurus dari 29 Pengurus Cabang Olah Raga (Cabor) di Bojonegoro, yang membutanya dilengserkan dari jabatan ketua, membuat kondisi KONI menjadi tidak kondusif. Terlebih, persiapan Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Timur ke VI menjadi terganggu.

"Kok bisa, tiba-tiba ada mosi tidak percaya dan melengserkan saya," ucapnya kepada awak media, Minggu (3/2/2019).

Adanya mosi tidak percaya tersebut, membuat dirinya heran. Karena selama ini, tidak ada permasalahan apapun dalam tubuh KONI Bojonegoro. Jikapun ada, dirinya akan membuka pintu selebar mungkin untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Mengingat, masa jabatan tinggal beberapa bulan lagi.

"Saya tahu, kondisi ini akan memperburuk situasi terutama bagi para atlet. Jadi lebih baik saya mundur. Apalah arti Lukman Wafi daripada kepentingan besar para atlet untuk bisa meraih kemenangan," ujarnya.

Mantan Kepala Bakesbangpolinmas ini, mengatakan, ada anggaran dati APBD 2019 sebesar Rp5,6 miliar yang tidak bisa dicairkan karena dianggap KONI Bojonegoro bermasalah. Oleh sebab itu, dengan kemunduran dirinya, diharapkan segera menunjuk ketua baru dan bisa mencairkan anggaran tersebut untuk mendukung atlet dalam pelaksanaan Porprov Jatim.

"Sejak saya mundur sekarang ini, otomatis jabatan Plt Ketua KONI dipegang Abdul Mustajib, hanya menunggu SK saja dari Jatim," tegasnya.

Pria yang juga Dosen di STIE Cindekia ini, mengungkapkan, jika sejak adanya polemik di tubuh KONI Bojonegoro, telah berupaya berkomunikasi dengan Pemkab Bojonegoro termasuk Bupati Anna Muawanah.

"Saya sudah mengirimkan surat kepada Bupati Anna, tapi semua pintu nampaknya tertutup untuk saya," pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Anna Muawanah, belum memberikan konfirmasinya. Saat Suarabanyuurip.com melayangkan pesan pendek melalui WhatsApp belum ada balasan.(rien)

Dibaca : 939x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan