Rabu, 22 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Komunitas Ners ICSADA Ajak Warga Hidup Sehat

Editor: nugroho
Jum'at, 31 Juli 2015
SuaraBanyuurip.com
AJARKAN HIDUP SEHAT : Komunitas Kampus Ungu sedang mengajari siswa MI cara cuci tangan.

SuaraBanyuurip.com - D Suko Nugroho

 

Bojonegoro - Program Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKES ICSADA) Bojonegoro, menggelar praktik komunitas di tiga desa yang ada di Kecamatan Kanor. Tepatnya Desa Sarangan, Cangaan dan Kabalan. Kegiatan sudah dimulai akhir Juni hingga Agustus 2015 dan diikuti sekitar 40 mahasiswa.

Berbagai kegiatan dilakukan mulai pendataan kesehatan, sosialisasi sampai pelatihan-pelatihan. Sasarannya bukan hanya lembaga kesehatan di desa, namun kader perempuan, rumah tangga dan bahkan instansi pendidikan.

Seperti pada Kamis (30/7/2015) belasan mahasiswa Ners Kampus Ungu, sebutan STIKES ICSADA Bojonegoro, memberi pelatihan mencuci tangan dengan baik dan benar. Tampak, puluhan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) Sarangan cukup antusias mendapat pembelajaran baru. Sebab, aktivitas seperti itu tidak didapatkan di sekolah.

"Nanti kalau di rumah langsung kita praktikkan," kata seorang siswi Amrina Rosada.

Setelah contoh diberikan oleh mahasiswa, beberapa siswa praktik langsung mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Mereka gembira dan serius memperhatikan setiap tahap yang diberikan

"Kegiatan ini sudahh terprogram sejak awal komunitas berlangsung," terang Koordinator Praktik Komunitas Ners Kampus Ungu di Desa Sarangan, Yusuf.

"Kami bangga bisa mempraktikkan ilmu yang didapat di Kampus Ungu. Setiap hari agenda praktik cukup padat, terutama bersama kader kesehatan di desa," tambahnya.

Sementara itu salah satu dosen pembimbing praktik, Mei Fitria menegaskan, jika beberapa indikator Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC), terutama sektor kesehatan menjadi perhatian khusus. Hal itu menjadi komitmen Kampus Ungu untuk turut serta mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Serta menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Masing-masing desa juga mendapatkan kegiatan yang hampir sama, mulai pemantauan pelaksanaan Open Defecation Free (ODF), asuhan keluarga, hingga pemeriksaan kesehatan, dan lain-lain," sambungnya.(suko)

 

Dibaca : 962x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan