Senin, 25 Juni 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Konstruksi Gas Jambaran Tiung Biru Dimulai

Editor: nugroho
Kamis, 24 Mei 2018
d suko nugroho
JALIN SILATURAHMI : Juru Bicara PEPC, Kunadi saat buka puasa bersama dengan Wartawan di Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, and constructions - Gas Processing Facility/EPC-GPF) Jambaran Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah memasuki tahap konstruksi. 

Proyek EPC GPF JTB ini dikerjakan Konsorsium PT Rekayasa Industri - Japan Gas Corporation (JGC) - Japan Gas Corporation Indonesia (JGJI), kontraktor Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

"Kalau kemarin-kemarin baru akan, akan dimulai, sekarang engineering sudah mulai dilakukan di Jakarta," kata Juru Bicara Pertamina EPC Cepu, Kunadi saat buka puas bersama wartawan Bojonegoro di salah satu hotel bintang di Bojonegoro, Kamis (24/5/2018).

Oleh karena itu, pihaknya berharap dukungan kepada stakeholder, termasuk media agar proyek negara ini berjalan sesuai target yang sudah ditentukan, dan membawa kemakmuran bagi masyarakat Indonesia, khususnya Bojonegoro.

"Semoga tahun 2021 bisa selesai," tegas pria asli Pati, Jawa Tengah ini.

Proyek EPC GPF JTB ini menelan biaya USD 1,6 dollar atau setara Rp21 triliun. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 4 Desember 2017, dengan jangka waktu pekerjaan selama 36 bulan (3 tahun), dan 12 bulan (1 tahun) masa garansi.

Untuk satu tahun pertama 2018, ada 7 titik pekerjaan baik di Jakarta maupun di Bojonegoro. Kegiatan di Bojonegoro adalah pekerjaan persiapan pioner office, pipe shap, drainage, Site Preparation.

Selama konstruksi berlangsung, proyek ini akan menyerap 6000 tenaga kerja. Puncaknya kebutuhan tenaga kerja ini akan berlangsung pada bulan Agustus 2018 sebanyak 1.600 orang, kemudian pada Desember sebanyak 500 orang. 

Produksi gas dari Lapangan JTB diprediksi bisa mencapai sekitar 315 milion standard cubic feet per day (MMSCFD) 315. Dari jumlah itu, 172 mmscfd atau sekitar 54 persen telah diperjualbelikan kepada PLN untuk kepentingan pengadaan listrik negara.(suko)

Dibaca : 1030x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan iklan
iklan