Senin, 24 Juni 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Konsumen Keluhkan Buruknya Kualitas Air PDAM Blora

Editor: samian
Rabu, 12 Juni 2019
Ahmad Sampurno
SIDAK : Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, saat melihat kondisi air PDAM Cabang Cepu.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Buruknya kualitas air yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora Cabang Cepu, dikeluhkan konsumen. Kondisi tersebut memantik reaksi Wakil Bupati Blora, Jawa Tengah, Arief Rohman, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di PDAM Cepu, Selasa 11 Juni 2019.

Dalam sidak, Wakil Bupati didampingi  Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Kesehatan, Camat Cepu, dan direktur PDAM Tirta Amerta Blora.

Arif sapaan akrabnya, akan segera  berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup provinsi Jawa Tengah dan Balai Besar Sungai Bengawan Solo untuk mengatasi masalah air PDAM Blora.

"Kami mohon maaf dan masyarakat sabar. Karena masalahnya bukan di kita (PDAM-red) tapi air di hulunya yang menjadi sumber air bakunya. Akan segera kami koordinasikan," ujarnya.

Arief Rohman yang didampingi Kepala BLH Kabupaten Blora Dewi Tejowati juga sempat meninjau pengolahan air SPAM (Sistem Pengolahan Air Minum) dan intake di pinggir Sungai Bengawan Solo di wilayah Kelurahan Balun.

"Kalau airnya jernih tapi warnanya cokelat," tuturnya.

Dewi Tejowati juga mengungkapkan, jika baru kali ini ada temuan air seperti ini. "Saya tahu baru hari ini dan secepatnya akan kami sampaikan kepada BLH Jawa Tengah," ujar Dewi Tejowati.

Sementara itu Direktur PDAM Blora, Yan Riya mengungkapkan, untuk sementara air PDAM tidak dialirkan ke konsumen sampai waktu yang belum ditentukan. Air PDAM yang berwarna pekat dan hitam, kata dia, mau tidak mau harus dihentikan.

"Kami dilema. Disatu sisi jika dialirkan kualitas airnya pekat dan hitam, tapi jika tidak dialirkan masyarakat tidak mendapat air. Segera akan koordinasi dengan BLH dan Jasa Tirta sebagai pengelola air sungai Bengawan Solo," ujar Yan.

Berbagai cara sudah dilakukan PDAM untuk mengatasi kualitas air yang buruk. Diantaranya menambah kaporit. Awalnya 30 kg per shift sekarang menjadi 45 kg. Namun hal itu tidak mengurangi warna air yang masih berwarna cokelat.

"Terpaksa kami harus membeli air galon untuk mencuci beras. Karena air PDAM berwarna cokelat," keluh salah satu konsumen PDAM Andriyono, warga Nglajo, Kecamatan Cepu.

Dalam beberapa hari terakhir air PDAM cabang Cepu berwarna cokelat. Diduga penyebabnya air baku Bengawan Solo tercemar limbah batik dari daerah hulu diantaranya Sragen dan sekitarnya.(ams)

Dibaca : 230x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan