Kamis, 23 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kontraktor Lokal Tuntut Pekerjaan di Proyek Pipa Gas

Editor: samian
Selasa, 29 Agustus 2017
Ririn Wedia
TUNTUT PEKERJAAN : Kapolsek Purwosari, AKP Susilo sedang melakukan koordinasi dengan ketua LSM MSTPM, Suparmo (baju putih).

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MSTPM) menuntut agar Pertamina Gas (Pertagas) dan kontraktornya Konsorsium Wijaya Karya-Rabana-Kelsri (KWRK) melibatkan kontraktor lokal dalam mengerjakan pipanisasi Gresik-Semarang (Gresem) yang saat ini dikerjakan sepanjang 7 Kilometer yang masuk wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (29/8/2017).

"Rencananya hari ini kami, dari LSM MSTPM akan melakukan penghadangan pekerjaan pipanisasi Gresem ini di Desa Beged, Kecamatan Gayam, tapi kita batalkan. Kerena akan diselesaikan dengan cara elit, bertemu dan bicara satu meja," ujar Ketua LSM MSTPM, Suparmo, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (29/8/2017).

Menurutnya, tuntutan ini dikarenakan KWRK belum memberikan Surat Perintah Kerja (SPK) pada PT Putra Citra Abadi, kontraktor lokal yang memenangkan tender pipanisasi pada bulan Mei 2017 lalu. Namun, tiba-tiba pekerjaan tersebut dilakukan oleh PT Arandra Citra Mandiri tanpa ada komunikasi terlebih dahulu.

Seharusnya, PT Putra Citra Mandiri sudah bisa proyek tersebut mulai dari pengelasan, pengerukan, hingga penanaman pipa gas sebesar 28 Inci ini.

"Saya sudah berusaha menanyakan hal ini kepada Pertagas, kepada KWRK tapi tidak digubris. Tapi, baru saja lima belas menit lalu KWRK menghubungi saya untuk bertemu dan berkoordinasi lagi pada 4 September mendatang," tukasnya.

Sementara itu, pantauan dilapangan, aksi yang akan dilakukan LSM-MSTPM ini dikawal oleh Polsek Gayam dan Purwosari.

Camat Gayam, Hartono, menyayangkan, sikap Suparmo karena dianggap memalukan. Seharusnya, protes tidak dilakukan seperti ini atau dengan cara menghadang pekerjaan terlebih merupakan proyek nasional.

"Jangan seperti ini caranya, lapor dulu ke Kecamatan atau Pemkab akan kita fasilitasi. Demo atau menghadang proyek negara itu tidak dibenarkan," pungkasnya.

Terpisah, pihak KWRK belum memberikan konfirmasinya terkait hal ini. Nomor telephone atas nama Elwing terdengar tidak aktif.(rien)

Dibaca : 217x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Selasa, 29 Agustus 2017 16:27
semoga tidak terjadi kerusuhan ya.. http://goo.gl/5GP8to >http://goo.gl/4kXqAD >http://goo.gl/NxoQGK
Devita Aulia
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan