Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Korban PHK Anak Usaha Semen Gresik Dipekerjakan Lagi

Editor: nugroho
Jum'at, 03 November 2017
ali imron
SEPAKAT : Komisi A DPRD Tuban bersama dinas dan pihak terkait melakukan hearing soal tenaga outsorcing PT Swabina Gatra.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Perjuangan lima pekerja outsourcing (karyawan kontrak) korban pemutusan hubungan kerja (PHK) PT Swabina Gatra, anak perusahaan Semen Gresik Kerja Sama Operasi (KSO) Semen Indonesia, berbuah hasil. Setelah sekian lama nasibnya digantung perusahaan, mereka bakal dikontrak kembali pada tanggal 6 Nopember 2017.

Kepastian ini merupakan hasil hearing (rapat dengar pendapat/RPD) antara Komisi A DPRD Tuban, Jawa Timur, bersama Serikat Pekerja Peker Tuban 4, aliansi Karang Taruna Semen Gresik, dinas terkait dan manajemen PT Swabina Gatra di dedung baru wakil rakyat, Kamis (2/11/2017) kemarin.

Sempat terjadi debat panjang dalam RPD sebelum akhirnya menelorkan empat keputusan. Pertama, lima korban PHK bakal menandatangani kontrak kerja baru pada Senin (6/11/2017). Kedua, hak-hak pekerja harus dipenuhi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketiga, Swabina Gatra tidak boleh melakukan intimidasi dalam bentuk apapun kepada pekerjanya. Keempat, Swabina bersedia melakukan rapat koordinasi dengan serikat pekerja peker 4 untuk merumuskan kesepakatan kerja bersama. 

“Kami minta anak perusahaan SG tidak mengingkari kesepakatan yang disaksikan DPRD dan dinas terkait," ujar Ketua Serikat Pekerja Peker Tuban 4, Mujianto, kepada suarabanyuurip.com, usai RPD, Kamis (2/11/2017).

Perwakilan PT Swabina Gatra, Erna, berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan persoalan sosial di perusahaan. Dia berkomitmen menjalin komunikasi yang baik dengan para pekerja.

“Keputusan dalam hearing ini semoga menjadi yang terbaik bagi kita semua," sergahnya.

Lambannya Swabina menyelesaikan persoalan sosial pekerjanya, diakui Ketua Komisi A DPRD Tuban, Agung Suparianto. Ada kesalahan komunikasi yang dilakukan tim perusahaan dengan pekerjanya.

"Perlu diingat perusahaan dengan pekerja itu mitra," tegas politisi PAN Tuban.

Akibat kurang profesionalnya tim kehumasan Swabina, membuat citra atau marwah perusahaan dipersoalkan.

“Jauh hari saya sudah ingatkan kalau kriwikan ini tidak segera diselesaikan akan menjadi grojokan. Artinya kesalahpahaman kalau tidak segera diperbaiki, bakal merusakan semua hal,” tutur Agung.

Disepakatinya empat poin dalam hearing kali ini, menurutnya menjadi langkah cerdas. Perlu juga serikat pekerja segera mengajak rapat dengan Swabina untuk menentukan kesepakatan kerja bersama.

“Swabina kini pegang rekor sebagai perusahaan yang komunikasinya buruk dengan pekerjanya," jelasnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Naker Tuban, Ariful, mengaku sudah berkali-kali melakukan mediasi Swabina dengan pekerjanya. Diperkirakan semua persoalan sosial dengan pekerja sudah rampung bulan lalu karena tidak ada laporan yang masuk.

“Ternyata persoalan kemarin dengan sekarang berbeda," terangnya.

Mencuatnya persoalan PHK ini, karena lima pekerja awalnya dijanjikan kontrak tanggal 1 Nopember 2017. Dalam hearing kali ini disepakati pada tanggal 6 Nopember korban PHK dipekerjakan kembali.

“Kalau perusahaan balelo lagi tinggal kesepakatan yang ditandatangani dipakai untuk nagih bersama dewan," pungkasnya. (aim)

Dibaca : 1790x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan