Selasa, 19 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

KPUK Blora Tetapkan Paslon Pemenang

Editor: samian
Rabu, 23 Desember 2015
SuaraBanyuurip.com/Sampurno
TETAPKAN : KPUK Blora menetapkan Djoko-Arief sebagai Paslon terpilih menjadi Bupati Blora.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

‪Blora - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Blora, Jawa Tengah, menetapkan pasangan calon (Paslon) pemenang pemilihan umum (Pemilu)  9 Desember 2015 lalu. Dalam rapat pleno terbuka penetapan paslon bupati dan wakil bupati terpilih di Aula Gedung PKPRI, Selasa (22/12/2015).

‪Berdasarkan berita acara nomor 67/BA/212/2015 tentang Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Tepilih, Djoko Nugroho dan Arief Rohman resmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Blora terpilih.

Sebagaimana diketahui, hasil rekapituasi yang dilakukan KPU, pasangan Djoko – Arief memperoleh suara sebanyak 253.394 suara atau 51,17 %, pasangan Abu Nafi - M Dasum memperoleh suara 207.582 suara atau 41,92 %, dan pasangan Kusnanto - Sutrisno memperoleh suara 34.205 suara atau 6,91 %.

Ketua KPUK Blora, Airifin, menyampaikan, terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Blora. Dia juga meminta maaf apabila dalam kinerja KPU sejak tahap awal hingga puncaknya yakni penetapan bupati dan wakil bupati terpilih ada kekurangan.

Pihaknya juga  menyatakan, sampai saat ini tidak ada paslon yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Itu membuktikan keberhasilan KPU Blora dalam menyelenggarakan tahapan demi tahapan Pilkada sudah sesuai dengan aturan pemilu yang ditentukn.

“Itu ditandai dengan turunnya surat dari Mahkamah Konstitusi bernomor 119, mengenai tidak adanya sengketa Pilkada Blora,” katanya.

Tahapan demi tahapan telah terlaksana dengan lancar, dan kini merupakan puncak dari tahapan tersebut. Dia juga menyebutkan, untuk Jawa Tengah ada empat wilayah yang menghadapi gugatan ke MK, yakni Pekalongan, Sragen, Pemalang, dan Wonosobo.

Sementara itu, Paslon Bupati terpilih, Djoko Nugroho, menuturkan, bahwa partisipasi masyarakat Blora terhadap pilkada masih rendah.

"Misalnya, publikasi oleh KPU, juga belum menyeluruh seperti pemasangan baliho hanya di kota-kota saja," ujarnya. (Ams)

Dibaca : 407x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan