Rabu, 20 September 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Kunjungan SBY ke Bojonegoro Ditunda

Editor: nugroho
Kamis, 04 September 2014

SuaraBanyuurip.com - D Suko Nugroho

Bojonegoro - Kunjungan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kabupaten Bojongeoro, Jawa Timur, untuk meresmikan proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu ditunda pada 10 Oktober 2014 mendatang. Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat itu dijadwalkan meresmikan proyek pada 11 September 2014.

Informasi yang diperoleh dari pejabat di naungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jakarta, kunjungan SBY ke Bojonegoro untuk meresmikan proyek Banyuurip ditunda pada 10 Oktober 2014.

"Berdasarkan kabar dari Protokoler RI acara peresmian Banyuurip ditunda sampai dengan tentative 10 Oktober," ujar sumber yang meminta namanya tak disebutkan kepada suarabanyuurip.com, Kamis (4/9/2014).

Kabar penundaan itu dibenarkan oleh Kepala Urusan Humas Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), M. Fatah Yasin. "Iya benar, ditunda,"kata dia.

Hanya saja, Fatah belum bisa menyebutkan kepastian waktu kunjungan dan penyebab penundaan peresmian proyek Banyuurip. "Belum tahu, kita masih menunggu pemberitahuan berikutnya dari Jakarta," tegas pria berkacamata itu.

Sementara itu, juru bicara Mobil Cepu Limited (MCL), Rexy Mawardijaya juga membenarkan penundaan kedatangan SBY untuk meresmikan proyek Banyuurip. "Di tunda, kita bersama SKK Migas masih berkoordinasi dengan pihak terkait sehubungan dengan kunjungan tersebut," kata Rexy dikonfirmasi terpisah.

Dimungkinkan, penundaan peresmian mega proyek sekira senilai Rp6 triliun lebih itu dikarenakan adanya permasalahan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Karena kabar penundaan ini muncul selang sehari setelah Menteri ESDM, Jero Wacik ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (3/4/2014). Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu diduga telah menyalahgunakan wewenangnya dan melakukan pemerasan terhadap rekanan hingga merugikan negara sekira Rp9,9 milyar.(suko)

Dibaca : 1060x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan