Rabu, 12 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Jika Dana Abadi Migas Diterapkan

Kuswiyanto : Kemajuan Bojonegoro Bisa Lebihi Singapura

Editor: samian
Senin, 05 Maret 2018
d suko nugroho
Cawabup Bojonegoro, Kuswiyanto.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Kuswiyanto, menilai konsep Dana Abadi Migas dapat mempercepat peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat. Alasan inilah yang menjadikan mantan Anggota Komisi VIII DPR RI itu mendukung konsep yang digagas Bupati Suyoto (dana abadi,red) tersebut.

Menurut Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto, produksi migas yang berlangsung saat ini tidak akan bertahan lama. Diperkirakan produksi migas akan habis pada 30 hingga 40 tahun mendatang. 

"Selagi dana migasnya masih banyak jangan dihambur-hamburkan, harus dikelola dengan efektif untuk kesinambungan generasi yang akan datang. Sehingga ketika migas habis masih dinikmati siapapun," jelasnya kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Kang Kus kemudian mengestimasi jika konsep dana abadi diterapkan, maka dalam 40 tahun Bojonegoro bisa memiliki tabungan sekitar Rp4 triliun. Dengan asumsi setiap bupati dalam satu periode menyisikan Rp500 miliar dari pendapatan migas. 

"Tarulah 40 tahun itu delapan periode bupati. Bojonegoro sudah punya tabungan sebesar itu. Tapi setiap bupati harus komitmen uang itu tidak boleh diambil siapapun," tegas Cawabup Nomor urut 2 yang berpasangan dengan Cabup Mahfuduh ini.

Tabungan dana abadi migas, menurut dia, bisa digunakan untuk pengembangan SDM anak-anak Bojonegoro. Kedua, untuk malatih SDM petani agar bisa mengubah pola lama menjadi lebih modern dalam bercocok tanam. 

"Sehingga kedepan menjadi petani modern, petani yang tidak soro atau susah, tapi hasilnya lebih baik," tandasnya. 

Dengan meningkatnya SDM ini, Kang Kus optimis Bojonegoro bisa melebihi Singapura yang tidak memiliki sumber daya alam apa-apa, tapi negaranya bisa maju. 

"Singapura telah memproklamirkan sebagai negara produsen bunga. Mau cari bunga apa saja di sana pasti tersedia. Padahal di sana tidak ada yang menanam bunga. Ternyata, semua bunga itu di datangkan dari Indonesia," ungkapnya.

Selain SDM, problem lain yang perlu diperhatikan adalah manajemen. Kedua problem ini, kata dia, dapat diatasi oleh seorang pemimpin yang memiliki kekuatan untuk memberdayakan seluruh potensi yang ada.

"Tugas pemimpin itu kan memanej semua potensi yang ada untuk dioptimalkan agar menjadi kekuatan yang luar biasa," ucap mantan Anggota DPRD Jatim ini.

Disinggung terkait beberapa cabup Bojonegoro yang menolak dana abadi migas karena masih belum tertanganinya kebutuhan dasar masyarakat secara maksimal, menurut Kang Kus, hal itu merupakan hak masing-masing calon. Begitu juga rakyat memilki hak menolak.

"Namun sebagai calon yang setuju, saya bertugas menjelaskan dan meyakinkan kepada rakyat Bojonegoro mengapa perlu dana abadi migas," tegasnya.

Kang Kus berharap produksi minyak sekarang ini jangan hanya seumur jagung, tapi berkesinambungan. Artinya ketika minyak sudah tidak produksi, tapi hasilnya masih dinikmati oleh masyarakat yang akan datang. 

"Saya tidak rela sepeninggal minyak kita tidak memiliki sumber daya lainnya yang bisa dimanfaatkan," pungkasnya. 

Untuk diketahui, meski Dana Abadi Migas masih dalam pembahasan, tapi Pemkab Bojonegoro telah menganggarkan dalam APBD sebesar Rp25 miliar.

"Sudah dianggarkan," sambung Wakil Ketua Pansus Dana Abadi, Sally Atyasasmi dalam satu kesempatan. 

Sesuai estimasi Pemkab, jika dana bagi hasil migas tahun 2018 terealisasi 100 persen, maka pendapatan yang akan diterima Bojonegoro senilai Rp1 triliun. Sehingga sangat memungkin untuk dianggarkan.

“Bisa saja, kenapa tidak," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Herry Sudjarwo.

Sesuai konspenya, Dana Abadi Pendidikan atau yang sebelumnya dikenal dengan Dana Abadi Migas ini bersumber dari pendapatan dana bagi hasil migas dan penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu.(suko)

Dibaca : 3282x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Senin, 05 Maret 2018 04:22
mosok tenan to kang ngeneki? enek sing luweh meyakinkan po gak liyane? soale sing mbiyen janji ape mbangun jonegoro melebihi lamongan yo mboh klakon mboh gak?kok yo akeh sing jek pdo sambat ae,hehehe yo mugo2 iso klakon iso maju tenan koyok singapura. . .amin. ..
cah ndeso
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>