Jum'at, 12 Februari 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat TWU Hentikan Produksi Kilang Mini Tenaga Kerja Asing di Bojonegoro Meningkat Pembekalan Uji Coba Alsintan Dari Maintenance Rambah Jasa Transporter Dua Keuntungan Setelah Tercapai Produksi Puncak Inilah Peluang Bisnis Bidikan BBS PPGJ Capai Produksi Puncak FITRA Minta Informasi Sumur Koro Dibuka Galian C Picu Bencana Alam Fortuner Pekerja Migas Seruduk Grand Livina Papan Informasi Desa Pelem Dipindah PPGJ Segera Diserahkan ke Pertamina JOB P-PEJ Klaim Gas Tidak Berbahaya Warga Lebih Nyaman EPF Dimatikan ADS Tantang BBS Bangun Kilang Mini Ingatkan BUMD Tak Jadi Makelar Ketua DPRD Bojonegoro Garansikan Jabatannya Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir PT IME Lanjutkan Pekerjaan Sipil Gas Flare Penjual Mamin Sekitar Kilang Mini Resah Rekanan TWU Galang Dukungan Warga Ngampel Diduga Karacunan Pad A Pemkab Bojonegoro Layangkan Surat ke SKK Migas Besuk, Lahan Pengganti TKD Gayam Diukur Nge-Tweet Berhadiah Bersama JIM Bojonegoro Himbau Waspada Penipuan Naker Proyek Kebakaran TBBM Tuban Akibat Aliran Listrik Terminal BBM Tuban Terbakar Tunggu Kepastian PHER Operasi Proyek J-TB Rekrut 100 Naker Minta EMCL Evaluasi Hasil Rekomendasinya Rekomendasi Dua Peserta Langgar Komitmen Permintaan BBM Tuban Capai 17 Persen Pemdes Sedahkidul Sukseskan GDSC Harga BBM Kembali Diturunkan FKKL-B Minta, Bongkar EPF Harus Libatkan Kontraktor Lokal Polres Buru Dua Oknum Baru Sedahkidul Khawatirkan Dampak Proyek Banyuurip Oknum Wartawan Pemeras Diancam 4 Tahun Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker Kodim 0813 Bojonegoro Berlakukan Jamdan Tak Ada Sanksi Penyelesaian TKD Gayam Ribuhan Pengunjung Padati Wisata Ngerong Puluhan Hektar Tanaman Padi Direndam Banjir Kodim 0813 Gelar Konsolidasi Upsus Water Park Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Koruptor Rugikan Negara Rp2,1 Miliar Selamatkan Hutan Melalui Lomba Ulat Jati Pemkab Tetap Pertahankan PT BBS Tantang Pemkab Menarik Pajak Galian C Penerimaan Migas Fluktuatif, Tingkatkan Iklim Investasi Sisihkan Rp10 Triliun Untuk Dana Abadi Migas Pemkab Blora Bebaskan Lahan Warga Desak Pertamina ISC Tetap Menjatah Minyak Mentah Kayangan Api Dibanjiri Pengunjung Truk Pertamina Tetap Beroperasi PAD Dishub Meningkat 5,54 Persen Penjualan Solar Turun 60 Persen BK Hentikan Kasus Laporan Komisi A Harga Solar Turun Nelayan Untung Tandatangani Kontrak Pengelolaan Wilayah Kerja Migas Hingga Akhir 2015, Pembebasan J-TB Belum Rampung Wartawan Gadungan Peras Warga Tuban Tambang Illegal Rusak Jutaan Hektar Hutan Wisata Water Park Dander Diserbu Pengunjung Sumur A dan C Tetap Berproduksi ExxonMobil Indonesia Tunjuk Presiden Baru Gelar Sarasehan Sejarah dan Kepurbakalaan Tak Ingin Penyelesaian TKD Gayam Terulang di J-TB Pastikan Tarif Angkutan Tuban Normal ADS Sebut Pemeriksaan Rutin Desak Holcim Segera Realisasikan Insentif Filosofi TKD Yang Penting Untungkan Desa

Lakon Barikan Sabet Juara 3 Nasional

Editor: nugroho
Jum'at, 06 Juli 2012
teguh budi utomo
SANDUR : Seni tradisi Sandur masih tersisa di wilayah pedesaan Kabupaten Tuban. Salah satu perhelatan Sandur.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Pegiat seni dan budaya dari Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Suantoko, menyabet Juara III penulisan naskah lakon nasional setelah menyisihkan perwakilan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, dalam Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Nasional (Peksiminas) XI Tahun 2012 di aula IKIP Mataram - Nusa Tenggara Barat, Jumat (06/07/2012).

Dalam karya bertajuk Barikan (sedekah bumi), Suantoko berusaha menceritakan kembang kempis yang dialami kesenian tradisional dengan setting dan latar cerita khas masyarakat Tuban.

Dikisahkan dalam Barikan, sebuah kesenian Sandur yang sudah lama hidup dan mengakar di tengah masyarakat Tuban. Seni warisan leluhur bernafas religi ini, mulai mendapati suatu massa dimana pertentangan dihadapi dari beberapa elemen, salah satunya adalah pemerintah desa.

Gejolak terus bertambah dengan pertentangan yang dilakukan pemerintah desa dengan pelaku seni yang banyak ditokohkan masyarakat adat.

“Naskah menceritakan gejolak seni dan tradisi yang tidak disetujui oleh pemerintah desa, sehingga Sandur akan dihilangkan dengan cara menjual lahan yang biasa digunakan untuk latihan demi mendirikan tempat karaoke. Kesenian yang tradisi pun tergerus seni modern,” terang Suantoko saat dihubungi melalui ponselnya.

Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unirow ini menambahkan, naskah ini sebagai wujud kegelisahan melihat sebuah tradisi masyarakat yang semakin terpinggirkan. Perlahan terkikis oleh aktifitas yang dilakukan masyarakat modern. Dalam kondisi itu tidak mendapatkan perhatian sama sekali.

“Saya terinspirasi dari seni Sandur yang dahulu selalu diadakan setiap ada Barikan. Sandur semakin tergeser juga karena tidak ada perhatian pemerintah,” tambah pelakon budaya ini.

Suantoko mewakili Jawa Timur untuk penulisan naskah lakon, setelah sebelumnya menyisihkan ratusan peserta mahasiswa dari beberapa PTS maupun PTN di Jawa Timur beberapa bulan sebelumnya. Dia bersama rombongan kontingen Jawa Timur mengikuti perhelatan seni mahasiswa paling bergengsi di Indonesia itu pada tanggal 29 Juni lalu. (tg)

Dibaca : 1138x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>