Jum'at, 21 November 2014
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Lakon Barikan Sabet Juara 3 Nasional

Editor: nugroho
Jum'at, 06 Juli 2012
teguh budi utomo
SANDUR : Seni tradisi Sandur masih tersisa di wilayah pedesaan Kabupaten Tuban. Salah satu perhelatan Sandur.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Pegiat seni dan budaya dari Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Suantoko, menyabet Juara III penulisan naskah lakon nasional setelah menyisihkan perwakilan dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, dalam Pekan Seni Mahasiswa Indonesia Nasional (Peksiminas) XI Tahun 2012 di aula IKIP Mataram - Nusa Tenggara Barat, Jumat (06/07/2012).

Dalam karya bertajuk Barikan (sedekah bumi), Suantoko berusaha menceritakan kembang kempis yang dialami kesenian tradisional dengan setting dan latar cerita khas masyarakat Tuban.

Dikisahkan dalam Barikan, sebuah kesenian Sandur yang sudah lama hidup dan mengakar di tengah masyarakat Tuban. Seni warisan leluhur bernafas religi ini, mulai mendapati suatu massa dimana pertentangan dihadapi dari beberapa elemen, salah satunya adalah pemerintah desa.

Gejolak terus bertambah dengan pertentangan yang dilakukan pemerintah desa dengan pelaku seni yang banyak ditokohkan masyarakat adat.

“Naskah menceritakan gejolak seni dan tradisi yang tidak disetujui oleh pemerintah desa, sehingga Sandur akan dihilangkan dengan cara menjual lahan yang biasa digunakan untuk latihan demi mendirikan tempat karaoke. Kesenian yang tradisi pun tergerus seni modern,” terang Suantoko saat dihubungi melalui ponselnya.

Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unirow ini menambahkan, naskah ini sebagai wujud kegelisahan melihat sebuah tradisi masyarakat yang semakin terpinggirkan. Perlahan terkikis oleh aktifitas yang dilakukan masyarakat modern. Dalam kondisi itu tidak mendapatkan perhatian sama sekali.

“Saya terinspirasi dari seni Sandur yang dahulu selalu diadakan setiap ada Barikan. Sandur semakin tergeser juga karena tidak ada perhatian pemerintah,” tambah pelakon budaya ini.

Suantoko mewakili Jawa Timur untuk penulisan naskah lakon, setelah sebelumnya menyisihkan ratusan peserta mahasiswa dari beberapa PTS maupun PTN di Jawa Timur beberapa bulan sebelumnya. Dia bersama rombongan kontingen Jawa Timur mengikuti perhelatan seni mahasiswa paling bergengsi di Indonesia itu pada tanggal 29 Juni lalu. (tg)

Dibaca : 792x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>