Sabtu, 26 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Lantai Kolam Utama Bektiharjo Gores Kaki Pengunjung

Editor: samian
Selasa, 08 Mei 2018
Ali Imron
BUTUH PERHATIAN : Anak-anak perlu berhati-hati saat berenang supaya tidak tergores kakinya karena banyak keramik yang rusak.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Rusaknya lantai dasar kolam renang utama wisata Bektiharjo, yang terletak di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, belakangan kerap menggores kaki pengunjung khususnya anak-anak. Jika pekan ini belum ada proyek perbaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban selaku pengelola disarankan untuk menutupnya sementara.

"Pecahan keramik lantai kolam renang sangat bahaya buat anak-anak yang berenang," ujar salah satu pengunjung Wisata Bektiharjo, Ariyanto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (8/5/2018).

Sebagai pengunjung wisata andalan Pemkab Tuban, dia menyayangkan minimnya perawatan kolam renang. Padahal salah satu daya tarik di Bektiharjo, adalah kolamnya yang airnya berasal dari sumber mata air.

Selain dibuka umum untuk pengunjung berbagai kalangan, kolam ini juga difungsikan untuk latihan para atlet renang Bumi Wali (sebutan lain Tuban). Satu-satunya langkah antisipasi mengurangi korban adalah menutup sementara, sampai penggantian keramik lantai dasar selesai.

"Kasihan jika kakinya pengunjung tergores, itu bisa menurunkan daya minat wisatawan," tegas pria humanis itu.

Pantauan di lokasi, lantai dasar kolam renang utama yang rusak hampir di semua sisi, tapi yang terparah ada di bagian Selatan. Rata-rata pengunjung tergores keramik di sisi dangkal kolam, sedangkan di sisi Utara jarang karena kedalamannya mencapai 2 meter.

Menyikapi keluhan pengunjung, Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, Suwanto, menyampaikan terimakasih atas masukan dan saran dari pengunjung. Tahun ini kedua kolam akan direhab, supaya pengunjung nyaman.

Mantan pegawai Bappeda Tuban ini mengakui, jika kondisi kolam renang Bektiharjo sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar sektor pariwisata kurang layak. Sudah barang tentu, perbaikan wisata ini perlu diprioritaskan.

"Tahun ini ada rehab berat kedua kolam renang, dan perencanaannya sudah jadi siap lelang," tandasnya.

Sebatas diketahui, potensi objek wisata di Kabupaten Tuban, selama Tahun 2017 tergolong luar biasa. Catatan Disparbudpora setempat ada 5.700.404 orang yang berkunjung ke 17 wisata alam, religi, maupun buatan.

Disparbudpora Tuban mencatat, sumbangsih sektor wisata terhadap kas daerah tidak sedikit. Di tahun 2017 saja daerah menerima kontribusi sebesar Rp1.705.366.500, atau lebih banyak dari target Rp1.469.801.000.

Perolehan PAD tersebut berasal pantai Boom menyumbang Rp379.440.500, pemandian Bektiharjo Rp512.617.000, dan Goa Akbar Rp558.672.000. Ditambah retribusi jasa usaha 2017 dari usaha sewa gedung Budaya Loka sebesar Rp62 juta, dan wisata pemandian Kambang Putih Tuban Rp192.637.000. (Aim)

Dibaca : 1198x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan