Senin, 19 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Latih Kader Lingkungan Tiga Desa Blok Cepu

Editor: nugroho
Minggu, 08 Januari 2017
ririn wedia
PEDULI LINGKUNGAN : EMCL - Tropis Indonesia menggelar pelatihan kader lingkungan untuk pemuda sekitar Lapangan Minyak Banyuurip.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Tiga desa ring satu Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sasaran program penghijauan berbasis pemuda. Kegiatan ini dilaksanakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Tropis Indonesia.

Tiga desa yang menjadi sasaran program ini adalah Desa Mojodelik, Brabowan, dan Bonorejo. Sebelum program dimulai, perwakilan pemuda dari karang taruna tiga desa mendapat pelatihan kader lingkungan, Sabtu (7/1/2017) kemarin.

Pelatihan tersebut bertujuan mempersiapkan pemuda menjadi tim pelaksana kegiatan serta menjadi kader lingkungan di tempat masing-masing. Sehingga nantinya bisa menjadi penggerak bagi pemuda lainnya di desa karena mereka telah dibekali tentang ilmu ekologi dan tanaman.

"Kader-kader muda ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang cinta dan peduli  lingkungan," cetusnya.

Juru Bicara EMCL, Rexy Mawardijaya menambahkan, kegiatan utama dalam program ini adalah menanam pohon buah dan pohon lindung di lahan milik EMCL di luar pagar. Semua kegiatan dilakukan dengan melibatkan karang taruna sebagai organisasi pemuda di desa.

Program ini akan dilangsungkan selama empat bulan sejak Desember 2016 hingga Maret 2017. Program penghijauan oleh karang taruna sudah diprakarsai EMCL sejak 2015. Hingga tahun ini,  EMCL sudah menanam hampir 10 ribu pohon di sekitar wilayah operasinya di Bojonegoro.

"Ini merupakan komitmen kami terhadap lingkungan," ucapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah mengaku mendukung penuh kegiatan penghijauan karang taruna ini karena sejalan dengan visi DLH. Untuk itu pihaknya akan  terus memantau perkembangan program.

Pihaknya menyarankan agar komposisi tanaman lindung dan tanaman produktif ekonomis bisa berimbang.  Selain itu program ini bisa disambungkan dengan program Kabupaten Bojonegoro menanam sejuta Bougenville.

"Minimal ditanam di pinggir jalan depan Balai Desa," ujar dia yang memberi pemaparan tentang ekologi kepada para peserta pelatihan.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sunjani yang turut hadir menyampaikan, semangat menanam itu harus diniati sebagai ibadah.  Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, pemuda juga khalifah di muka bumi yang diamanahi Tuhan untuk menjaga bumi.

"Semangat ini harus kita bangun sejak awal," katanya.(rien)

Dibaca : 627x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan