Minggu, 18 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Launching Dua Buku, Ceritakan Budaya Bumi Wali

Editor: nugroho
Sabtu, 13 Oktober 2018
Diah Ayu Fadhilah
LAUNCHING : Dewan Kesenian Tuban bersama peserta saat meluncurkan dua buku berisi budaya Bumi Wali.

SuaraBanyuurip.comDiah Ayu Fadillah

Tuban – Tuban Art Festival (TAF) 2018 yang digelar Dewan Kesenian Tuban (DKT), Jawa Timur, diisi dengan launching dua buku berjudul Kitab Pangeran Bonang dan Setelah Arus Tak Mungkin Berbalik. Dua buku ini secara umum menceritakan budaya di Bumi Wali-sebutan lain Tuban.

“Kami ingin mengembalikan nuansa lokal Bumi Wali, menambah generasi sastrawan, dan menyalurkan bakat penulis baru,” ujar Ketua Panitia Launching Buku, Kumaidi saat ditemui Suarabanyuurip.com di Café Kono Kene Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.100 Latsari Tuban, Sabtu (13/10/2018).

Pemuda kelahiran Desa Kujung, Kecamatan Widang ini, menjelaskan, teknis pengumpulan data dikirim melalui email, dan diseleksi oleh empat juri. Bagi peserta yang lolos dari antologi cerpen 12 orang dan penyair ada 24 orang.

Komed sapaan akrabnya menyatakan, kedua buku tersebut menceritakan tentang Bumi Wali. Mulai dari adat, budaya, dan sejarah. Selain itu, peserta yang lolos diberikan tiga buku/ orang.

Salah satu peserta yang mengikuti Launching Buku Yuliani menambahkan, karyanya yang dikirim ada tiga. Judulnya Menyapa Huning, Sebelum ayat ke 5, dan Dalam Bait Adha. Kendati demikian, yang masuk hanya satu karya berjudul menyapa huning. Karya ini menceritakan tentang Sri Huning.

“Salah satu sajak yang ada di karyaku (kelak ku ajarkan anak ketigaku menari Miyang),” sambung penyiar di Radio Pradya Suara Tuban.

Yuli sapaan akrabnya, menjelaskan salah satu penggalan dari sajak tersebut memiliki arti, Tari Miyang adalah tari khas Tuban. Perempuan yang melepas lajang di akhir 2017 ini, mempunyai keinginan kelak nanti anaknya akan diajari Tari Miyang.

“Saya ingin generasi perempuan bisa seperti Sri Huning yang memiliki watak berperang, tegas dan tidak melupakan tradisi Tuban” pungkas perempuan yang murah senyum itu. (ayu)

Dibaca : 740x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan