Minggu, 21 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Lelang Limbah Aval Dijaga Ketat Aparat

Editor: nugroho
Senin, 22 April 2013
edy purnomo
DIJAGA KETAT : Aparat kepolisian menjaga ketat lelang limbah aval milik PT. Semen Indonesia.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

 

Tuban – Lelang limbah Aval (besi bekas) milik PT Semen Indonesia Tbk, diwarnai aksi ketegangan antara petugas kepolisian dan peserta lelang. Pasalnya puluhan peserta lelang tertahan didepan pintu masuk Hotel Mustika, Jalan Teuku Umar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (22/4/2013).

Pantauan dilokasi, ketegangan terjadi karena peserta tidak diperbolehkan masuk. Padahal mereka datang untuk ikut serta dalam pelaksanaan lelang. Mereka tertahan dan terlihat beberapa kali melakukan negoisasi dengan aparat kepolisian.

“Saya tidak tahu kenapa tidak boleh masuk mas,” kata salah satu peserta lelang yang meminta nama dan perusahaannya tak disebut.

Beberapa peserta lelang lalinya juga mengaku merasa kecewa dengan pengamanan tersebut. Mereka menganggap pelaksanaab lelang yang diselenggarakan PT Balai Star, Surabaya ini terkesan tertutup. Disinyalir lelang itu sudah dalam desain penentuan kemenangan.

Masa kita dapat informasinya juga mendadak. Saat kita datang kesini sudah tidak lagi bisa masuk untuk ikut lelang,” jelas Ali Imron, Ketua CV 22 Konsorsium, yang mendapat dukungan lebih dari 50 CV dari warga sekitar ring 1 zona utara yang meliputi Mliwang, Temaji, Glondonggede, Socorejo, Karangasem, Temandang, Bogorejo dan beberapa dari luar ring 1 seperti Tasikharjo dan Remen.

Sementara itu, beberapa panitia lelang tidak dapat dikonfirmasi saat berada dilokasi. Mereka segera berlalu meninggalkan lokasi lelang dengan pengawalan ketat aparat kepolisian saat acara lelang selesai.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Ops Polres Tuban, Kompol Suhartono, mengungkapkan, alasan petugas melakukan penghadangan dipintu masuk karena memang hanya peserta yang terdaftar yang boleh masuk ruangan dan mengikuti lelang. Untuk itu Polres Tuban menerjunkan sekitar 50 personil.

“Mereka tidak kita perbolehkan masuk karena bukan peserta yang terdaftar,” tegas Kompol Suhartono.

Informasi dari beberapa sumber menyebutkan, untuk dapat mengikuti lelang ini peserta diharuskan memberi uang muka senilai Rp6 milyar ke panitia lelang. Lelang ini dimenangkan oleh Haji Abu Hasan, dari PT Hous Putra Jaya. Sedang peserta lelang lain adalah Andri dari PT Dunia K, Hamid A dari PT Yasti Tias, Samsul Arif dari PT Bintang Timur, dan Sunarto dari PT Bumi Karya Mandiri. (edp)

 

Dibaca : 1496x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan