Jum'at, 17 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

LPM Waskita Unirow Rilis Majalah Edisi Tiga

Editor: samian
Minggu, 26 Maret 2017
Ali Imron
DIES NATALIS : Pembina LPM, Suantoko menyerahkan sertifikat kepada anggota muda sebagai bukti pengukuhan.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Geliat menulis di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban, Jawa Timur, semakin ketara setelah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Waskita merilis majalah edisi tiga. Karya jurnalistik mahasiswa tersebut dipersembahkan dalam momentum dies natalis (hari ulang tahun) LPM yang ke-13.

"Ini murni karya jurnalistik anggota LPM demi kemajuan kampus," ujar Pimpinan Umum (Pinum) LPM Waskita Unirow, Irna Yuliasmlistin, kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui di panggung budaya Unirow Jalan Manunggal Nomor 61 Tuban, Sabtu (25/3/2017) malam. 

Lia sapaan akrabnya mengungkapkan, majalah edisi ketiga ini mengambil laporan utama tentang aroma perjuangan mahasiswa di era kekinian. Di sambung laporan khusus yang mengupas organisasi, sebagai bekal masa depan mahasiswa.

Reporter LPM juga mengangkat profil salah satu mahasiswa Unirow Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Siti Nurcholifah. Penulis muda Unirow ini telah menerbitkan berbagai buku nonfiksi, dan sempat dipinang penerbit manca negara.

Sebagai media kampus, majalah LPM juga mengupas program baru KKN Unirow mendatang. Lebih dari itu, menapak jejak sejarah pers mahasiswa juga tak luput untuk dipublikasikan.

Untuk rubrik opini, reporter LPM merefleksi standart kompetensi guru sebagai jalan menuju reformasi pendidikan. Terakhir memuat sebuah inovasi dari olahan singkong, dan beberapa karya puisi.

"Semoga majalah edisi tiga ini mampu menambah wawasan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya," imbuh perempuan jurusan Ilmu Komunikasi Unirow Tuban ini.

Karya jurnalistik tersebut langsung diapresiasi oleh pembina LPM Waskita, Suantoko. Dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Unirow ini berpesan, untuk anggota muda tetaplah menulis. Karena tantangan kedepan sangat berat lagi.

"Nulis tidak hanya nulis berita. Apapun tulisannya selama membangun akan menorehkan prestasi," sambung pria yang membina LPM sejak 2016 lalu.

Selain merilis majalah, juga ada prosesi pengukuhan anggota muda LPM. Sesuai dengan tema kegiatan, setiap anggota diharapkan mampu menjadi jurnalis kritis yang idealis.

Dalam even tahunan ini, pengurus LPM juga mengumumkan sekaligus memberikan piala terhadap pemenang lomba menulis opini tingkat mahasiswa bertemakan masa depan Unirow. Dilanjut pada bulan April mendatang, rencananya diadakan lomba menulis berita tingkat pelajar se-Karesidenan Bojonegoro.

Lia berharap, diusianya LPM yang ke-13, organisasi yang berdiri sejak tahun 2005 terus produktif mencetak wartawan muda. Hal ini untuk mempertahankan regenerasi wartawan dikancah lokal maupun Nasional.

Meskipun usianya terbilang muda, LPM Waskita telah melahirkan beberapa jurnalis handal. Diantaranya, Avit Hidayat jurnalis Tempo.co, Edy Purnomo dan Dwi Rahayu jurnalis Bloktuban.com, Harmini wartawan Kabartuban.com. Lainnya Achmad Choirudin reporter Pradyasuara.com, Ali Imron jurnalis SuaraBanyuurip.com, dan Wachid Qomari jurnalis majalah NUSA Tuban.

"Mereka semua pernah berproses di LPM dan kini berdedikasi di bidang menulis untuk mempertahankan pilar demokrasi," pungkas gadis asli Kecamatan Tambakboyo ini. (Aim)

Dibaca : 560x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan